Jawa Pos Radar Madiun - Pemkot Madiun bersama Laboratorium Pengendalian Pencemaran Udara dan Perubahan Iklim, Departemen Teknik Lingkungan (DTL) ITS Surabaya, memperkuat kolaborasi dalam menjaga kualitas udara dan ruang terbuka hijau (RTH).
Melalui workshop pengabdian masyarakat, empat pakar dari ITS meliputi Dr.Eng. Arie Dipareza Syafei, Prof. Ir. Joni Hermana, Dr. Abdu Fadli Assomadi, dan Arry Febrianto memberikan pembekalan teknis kepada peserta.
Workshop yang menjadi bagian dari program KKN mahasiswa DTL ITS ini terbagi dalam empat kelas tematik.
Salah satunya membahas perubahan iklim dan strategi adaptasi mitigasinya.
Sekretaris Bappeda Kota Madiun, Budi Agung Wicaksono, mengapresiasi kegiatan ini.
“Madiun dinobatkan sebagai kota dengan kualitas udara terbaik kedua di Pulau Jawa. Ini prestasi yang patut kita syukuri sekaligus kita jaga bersama,” ujarnya.
Agung menambahkan, kualitas udara yang baik mendorong masyarakat menjalani gaya hidup sehat.
Pemkot Madiun juga aktif menjalankan program dekarbonisasi untuk mendukung upaya pengendalian perubahan iklim.
Namun, ia menegaskan menjaga kualitas lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Peran masyarakat sangat besar, mulai dari hemat energi, menanam di lahan kosong, hingga mengelola sampah secara bertanggung jawab. Perbaikan lingkungan adalah proses jangka panjang yang membutuhkan perubahan perilaku,” jelasnya.
Ke depan, Pemkot Madiun menargetkan kemitraan dengan ITS terus berlanjut. Agung berharap jadwal kegiatan lebih terarah, materi sesuai kebutuhan, dan implementasi operasional lebih konkret.
“Tujuannya jelas, agar manfaat dari kegiatan ini benar-benar dirasakan oleh warga,” pungkasnya. (naz/*)
Editor : Mizan Ahsani