Jawa Pos Radar Madiun – Pemprov Jatim bersama Pemkot Madiun kembali menggelar pasar murah.
Gelaran ke-114 itu menghadirkan komoditas sembako dengan harga jauh di bawah pasaran karena disubsidi pemerintah.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut beras SPHP yang harga eceran tertingginya Rp 12.500 per kilogram dijual Rp 11.000.
‘’Jadi 5 kilogram cukup Rp 55 ribu. Ayam yang di pasar tembus Rp 38 ribu–Rp 40 ribu, di sini hanya Rp 33 ribu. Minyak premium yang HET-nya Rp 16 ribu dijual Rp 13 ribu,’’ paparnya, Jumat (26/9).
Khofifah menambahkan, saat ini bawang merah masih menjadi komoditas pemicu inflasi, sedangkan harga beras mulai stabil.
‘’Apa yang kita lakukan bersama kabupaten/kota ini untuk menjangkau sejauh mungkin masyarakat, memenuhi kebutuhan rumah tangga, sekaligus memberdayakan produk UKM-UMKM,’’ jelasnya.
Selain pasar murah, Khofifah mengapresiasi hadirnya Kampung Inggris di Kota Madiun.
‘’Ini mendekatkan Madiun menuju pencapaian global. Ada kampung belajar bahasa Inggris supaya warganya bisa berkomunikasi global,’’ katanya.
Wali Kota Maidi menambahkan, pasar murah rutin digelar agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
‘’Di Kota Madiun ada tujuh titik pasar murah. Semua barang tersedia dan tidak akan habis. UMKM juga kita hadirkan agar produknya terbeli,’’ ujarnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto