Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Membedah Peristiwa Madiun 1948: Mulai dari Muso hingga Penumpasan PKI

Erlita H • Selasa, 30 September 2025 | 12:30 WIB
Bangunan bekas pengadilan militer di Jalan Yos Sudarso, Madiun, pernah menjadi markas PKI pada peristiwa 1948. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Bangunan bekas pengadilan militer di Jalan Yos Sudarso, Madiun, pernah menjadi markas PKI pada peristiwa 1948. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – September 1948 menjadi catatan kelam perjalanan republik.

Kota Madiun kala itu menjadi pusat konflik ideologi yang memecah bangsa.

Kompleks pabrik gula Rejoagung, yang kini tampak sepi, dulu menjadi saksi bisu peristiwa tersebut.

Ketua Komunitas Historia van Madiun (HVM) Septian Dwita Kharisma menjelaskan, gerakan 1948 lahir dari kondisi sosial-politik yang kompleks.

’’Kesadaran rakyat untuk melawan ketertindasan tumbuh setelah revolusi 1945. Basis komunis dibangun di desa-desa, menawarkan program reformasi agraria,’’ ujarnya.

Situasi kian panas setelah pemerintah menerapkan program ReRa (Reorganisasi dan Rasionalisasi) pada 29 Januari 1948.

Banyak laskar kiri diputuskan. Para pemuda yang menolak kemudian bergabung dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang didukung PKI.

Kedatangan Muso dari Moskow memperkuat gerakan kiri. Ia mendorong Indonesia bergabung ke blok Uni Soviet.

’’Muso mengubah roh perjuangan menjadi lebih radikal. Namun, pandangannya bertentangan dengan Soekarno dan Hatta,’’ jelas Septian.

Puncaknya, 18 September 1948 terjadi Peristiwa Madiun.

Simpatisan PKI menyerang pesantren, menawan pamong praja, dan mendeklarasikan pemerintahan Front Nasional di Madiun.

Tentara pendukung Republik kemudian menyerang balik. ’’Banyak rakyat yang awalnya simpatisan akhirnya berbalik melawan,’’ imbuhnya.

PKI terdesak mundur ke Kresek.

Sejumlah tokoh seperti Kolonel Marhadi dan Kolonel Bismo dibunuh sebelum pasukan PKI mundur ke Gunung Wilis.

Hotel Merdeka, balai kota, hingga pabrik gula Rejoagung menjadi pusat aktivitas PKI kala itu.

Dosen Pendidikan Sejarah FKIP Unipma Soebijantoro menegaskan, gerakan PKI tidak identik dengan masyarakat Madiun.

’’Gerakan terjadi karena eskalasi politik di Jakarta. Madiun dipilih karena strategis secara geografis,’’ ujarnya.

Presiden Soekarno memerintahkan TNI menumpas pemberontakan.

Divisi Siliwangi menjadi kunci menjepit PKI hingga menyerah.

’’Pelajaran dari peristiwa 1948 adalah pentingnya soliditas antara pimpinan dan masyarakat demi keselamatan negara,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#sejarah madiun #kudeta pki #peristiwa madiun 1948 #kresek #madiun #fdr #pki #Divisi Siliwangi #muso