Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Madiun mendatangi kantor DPRD setempat, Rabu (1/10).
Mereka berkeinginan menyampaikan beberapa tuntutan.
Di antaranya, penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat, penghentian kekerasan aparat, reformasi Polri dan DPR, pemenuhan hak-hak rakyat kecil, serta penolakan terhadap impunitas dan represi negara.
’’Tuntutan ini adalah suara rakyat yang harus diperhatikan. Demokrasi sehat jika kritik bisa disampaikan tanpa gesekan,’’ kata Koordinator Aliansi BEM Madiun, Ismail Hamdan.
Dalam audiensi itu, perwakilan mahasiswa tersebut diterima oleh Ketua DPRD Armaya, Wakil Ketua DPRD Sutardi, Didik Yulianto, Dwi Djatmiko Agung Subroto serta Agus Wiyono.
Armaya mengapresiasi langkah mahasiswa yang memilih jalur audiensi untuk menyampaikan aspirasi.
Menurutnya, suara mahasiswa bagian penting dalam kehidupan berdemokrasi dan patut dihormati.
’’Kami berkomitmen menampung seluruh masukan masyarakat, termasuk dari akademisi dan mahasiswa, sebagai bahan pertimbangan fungsi pengawasan maupun rekomendasi ke pemerintah pusat,’’ ujarnya.
Armaya memastikan siap meneruskan aspirasi tersebut kepada lembaga terkait. Pihaknya juga membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi mahasiswa.
’’Kritik yang disampaikan secara baik akan memperkuat demokrasi, bukan melemahkannya,’’ tandas politisi Partai Perindo itu. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto