Jawa Pos Radar Madiun – Produksi jagung di Kota Madiun bakal lebih optimal.
Melalui inovasi Profesor Gembong dari Jogjakarta, satu batang jagung bisa menghasilkan empat hingga enam tongkol.
Terobosan itu disambut Wali Kota Madiun Maidi dengan mendorong pemanfaatan lahan tidur di wilayah perkotaan.
Maidi menilai, lahan di tepi sungai dapat dimanfaatkan untuk menanam jagung, tomat, cabai, hingga anggur.
Permintaan buah di Kota Madiun cukup tinggi sehingga perlu dipenuhi dari produksi lokal.
’’Selama ini pasokan buah masih banyak dari luar daerah. Kami ingin mencukupi dari kota sendiri,’’ ujarnya kemarin (1/10).
Inovasi yang diperkenalkan Profesor Gembong disebut sudah terbukti lewat uji coba.
Wali kota bahkan berencana menggandeng perguruan tinggi pertanian untuk bekerja sama.
’’Proyek ini sifatnya penelitian, tapi manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,’’ jelasnya.
Kepala DKPP Kota Madiun Totok Sugiarto menyebut arahan wali kota fokus pada optimalisasi lahan tidur.
Sebagian lahan telah ditanami warga, meski pihaknya belum memastikan total luasannya.
’’Data detail masih perlu koordinasi dengan OPD terkait,’’ katanya.
Totok menambahkan, penanaman bakal dilakukan bertahap.
Program integrated farming yang sedang berjalan akan menjadi prioritas sebelum diperluas ke komoditas lain.
Selain jagung bertongkol banyak, tanaman buah bisa dikembangkan dengan sistem tabulampot atau polibag untuk memanfaatkan lahan sempit.
’’Kalau tiap rumah menanam 10–20 pohon, kebutuhan ekonomi keluarga bisa ikut tertutup,’’ pungkas Maidi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto