Jawa Pos Radar Madiun - PT PG Rajawali I Unit PG Rejo Agung Baru makin agresif memperkuat produksi gula nasional.
Melalui ekstensifikasi lahan dan kemitraan petani, pabrik gula (PG) yang berlokasi di Kota Madiun itu menargetkan mampu menggiling hingga 8 juta kuintal tebu pada 2025.
General Manager PG Rejo Agung Baru Immam Nur Salamet menyampaikan, pihaknya telah memperluas areal tanam tebu seluas 500 hektare di Kabupaten Madiun.
Lahan itu digarap bersama mitra petani.
“Kami memperluas kemitraan untuk wujudkan swasembada gula nasional,” ujarnya.
Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi areal tebu rakyat (TRK) terus meningkat.
Pada 2023 tercatat 703 hektare, lalu naik menjadi 806 hektare tahun berikutnya, dan melonjak ke 1.306 hektare di 2025.
Lonjakan tersebut menjadi bukti keberhasilan kemitraan berkelanjutan antara PG Rejo Agung Baru dengan petani lokal.
Tak hanya perluasan lahan, perusahaan juga memperkuat sisi hulu.
Mulai penyediaan bibit unggul, alat olah tanah, hingga pendampingan budidaya tebu dan pengendalian hama.
Proses tebang muat angkut (TMA) pun mendapat perhatian khusus, termasuk rekomendasi penyaluran kredit dari perbankan ke mitra petani.
Sebagai bentuk perlindungan pascapanen, PG Rejo Agung Baru menjalankan program offtake gula petani.
Gula hasil panen dibeli langsung oleh perusahaan, menjamin kepastian pembayaran dan menghindarkan petani dari risiko harga pasar.
PG Rejo Agung Baru yakin mampu menjaga kepercayaan petani dan memperkokoh posisi sebagai produsen gula andalan Jawa Timur.
“Ini bagian dari komitmen menjaga kesejahteraan petani sekaligus menjaga pasokan gula nasional,” tegas Immam.
Sederet upaya tersebut mengantarkan perusahaan menyabet penghargaan Best Corporate dalam Radar Madiun Awards 2025. (afi/cor/*)
Editor : Mizan Ahsani