Jawa Pos Radar Madiun – Suasana gerbong KA Bias, Kamis (2/10), tampak berbeda.
Empat model berjalan lenggak-lenggok di lorong kereta sambil memperagakan busana batik karya desainer lokal Anggi Putra.
Penumpang yang duduk rapi sesekali mengabadikan momen langka itu dengan ponsel.
Pertunjukan bertajuk Fashion Batik on the Train and Station ini digelar dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional.
Tak hanya di dalam kereta, peragaan juga berlangsung di Stasiun Madiun.
Penumpang yang menunggu kedatangan KA terhibur dengan penampilan model-model berbusana batik khas Magetan.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul menyebut kegiatan tersebut wujud apresiasi terhadap batik.
’’Kami ingin mengenalkan batik khas Magetan yang menjadi bagian dari wilayah Daop 7 Madiun,’’ ujarnya.
Zainul menambahkan, batik harus terus dikenakan masyarakat karena menjadi simbol jati diri bangsa.
’’Hari Batik Nasional bukan hanya menguatkan jati diri, tetapi juga momentum meningkatkan kesejahteraan lewat industri batik,’’ katanya.
Selain peragaan busana, penumpang beruntung mendapat scarf bermotif kereta api serta kudapan kue Rahayu dan jenang candi.
’’Makanan ini menyimpan simbol doa keselamatan, keberuntungan, dan kehangatan,’’ jelas Zainul. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto