Jawa Pos Radar Madiun - Politeknik Negeri Madiun (PNM) terus berkomitmen mencetak lulusan vokasi yang kompeten sekaligus menghadirkan solusi nyata.
Transportasi berkelanjutan menjadi visi strategis kampus.
Perguruan tinggi itu memiliki tiga klaster program studi (prodi) transportasi. Yakni, otomotif, kereta api, hingga otomasi.
“Setiap prodi wajib punya mata kuliah yang mengacu pada diferensiasi transportasi berkelanjutan,” kata Direktur PNM Muhammad Taali.
PNM memiliki laboratorium perkeretaapian satu-satunya di Asia lengkap dengan jalur dan kereta api.
Fasilitas tersebut menjadikannya pusat pendidikan transportasi berbasis riset terapan. Kedekatan geografis dengan PT INKA memperkuat posisi PNM sebagai mitra strategis industri.
‘’Bebeapa kelas industri dilakukan langsung di PT INKA dengan dosen dari perusahaan tersebut,’’ ujarnya.
Dari sisi akademik, PNM sedang menambah jurusan baru, yakni sipil transformasi dan administrasi bisnis logistik.
Gedung baru kampus II di Ring Road Barat berkapasitas 1.000 mahasiswa akan dibangun tahun ini.
Selain itu, 13 dosen tengah menempuh pendidikan doktoral (S3) untuk memperkuat riset dan pengabdian.
PNM juga menjalin kerja sama dengan PT KAI, KCIC, hingga industri internasional seperti Skoda (Ceko).
‘’Lulusan PNM diwajibkan memiliki sertifikat kompetensi dan skor TOEIC minimal 450 (475 untuk prodi bahasa Inggris) agar siap bersaing di level global,’’ tegasnya.
PNM menargetkan kerja sama internasional lebih luas, termasuk program double degree dengan Tiongkok dan Taiwan.
Dengan misi diferensiasi ini, PNM optimistis menjadi pusat unggulan transportasi berkelanjutan di Indonesia.
‘’Mendukung visi Indonesia Emas 2045,’’ ujarnya.
Komitmen kuat tersebut mengantar Politeknik Negeri Madiun meraih penghargaan Outstanding University pada Radar Madiun Awards 2025. (afi/cor/*)
Editor : Mizan Ahsani