Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan ASN di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun digembleng kedisiplinan di markas Yonif Para Raider 501/BY, mulai kemarin (2/10).
Program bertajuk retreat rekalibrasi itu diikuti 462 PPPK, 67 kepala sekolah, dan sembilan pengawas sekolah.
Retreat gelombang pertama berlangsung 3–4 Oktober, disusul gelombang kedua 10–11 Oktober.
’’Semua PPPK digembleng di sini. Biar tidak ada lagi yang lupa tugas pokok fungsinya,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.
Maidi menegaskan, disiplin menjadi fondasi kesuksesan ASN.
Selain soal jam kerja, disiplin juga mencakup profesionalitas dan tanggung jawab menuntaskan tugas tepat waktu.
’’Guru, misalnya, wajib menghadirkan inovasi pembelajaran agar tidak kalah dengan murid. Itu hanya bisa didapat dengan disiplin,’’ ujarnya.
Ucapan terima kasih disampaikan Maidi kepada jajaran Yonif 501/BY yang ikut menanamkan karakter disiplin.
’’Kami berterima kasih kepada komandan dan jajaran Yonif 501/BY yang membagikan ilmu untuk membangun ASN Kota Madiun,’’ ungkapnya.
Kepala Dindik Kota Madiun Lismawati menyebut rekalibrasi ini ibarat mengisi ulang energi positif ASN.
’’Kami ingin disiplin, profesionalitas, loyalitas, dan integritas ASN kembali dicas. Harapannya semua bisa optimal melaksanakan tugas tanpa harus diawasi,’’ jelasnya.
Menurut Lismawati, guru sebagai garda terdepan perubahan juga dituntut terus berinovasi.
’’Guru harus bisa membawa anak menjadi tangguh, unggul, dan berkarakter baik. Itu dimulai dari disiplin dan integritas para gurunya,’’ tandasnya.
Pasi Pers Yonif 501/BY Lettu Inf Aceng Sudirman menambahkan, retreat ini mencakup pelatihan kepribadian, kedisiplinan, kepemimpinan, hingga baris-berbaris.
’’Ada 15 pelatih yang mendampingi mereka,’’ pungkasnya. (err/her/adv)
Editor : Hengky Ristanto