Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Hari Batik Nasional, Kota Madiun Luncurkan 7 Motif Baru Bernuansa Lokal

Erlita H • Senin, 6 Oktober 2025 | 00:50 WIB
Wali Kota Madiun Maidi saat belajar mencanting batik. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Wali Kota Madiun Maidi saat belajar mencanting batik. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan Hari Batik Nasional, 2 Oktober lalu, menjadi momentum penting bagi Kota Madiun.

Pemerintah kota resmi meluncurkan tujuh motif batik khas baru yang menggambarkan identitas dan kearifan lokal.

Ketujuh motif tersebut adalah Pincuk Hanguati, Motikaning Kutho, Muncaring Karto, Sepur Jentrek, Parang Patmo Miguno, serta dua motif pendukung lainnya.

Sebelumnya, Madiun sudah memiliki ragam batik khas seperti Keris Tundung, Pecel, Kota Pendekar, Seger Arum, dan Sejuta Bunga.

Ketua Asosiasi Perajin Batik Kota Madiun Wiwin Supriani menyebut, pengembangan batik di kota pendekar masih menghadapi tantangan besar, terutama minimnya sumber daya manusia (SDM) pembatik muda.

“Skill pembatik kita masih kurang. Kalau pemasaran, alhamdulillah pemerintah sudah mendukung penuh,” ujarnya, kemarin (4/10).

Wiwin mengapresiasi dukungan Dekranasda, Disnaker KUKM, dan berbagai komunitas batik yang aktif mempromosikan batik khas Madiun.

Berkat kolaborasi itu, batik lokal mulai dikenal luas, bahkan diminati pembeli mancanegara.

“Sudah ada tamu dari Kenya, Amerika Serikat, dan negara lain yang membeli batik khas Madiun,” jelasnya.

Meski popularitas batik Madiun belum setara dengan Solo atau Yogyakarta, perkembangannya dinilai cukup pesat.

Motif yang diangkat pun erat dengan identitas kota.

Misalnya, Muncaring Karto yang terinspirasi wilayah Kartoharjo, Sepur Jentrek menggambarkan industri kereta PT INKA, dan Pincuk Hanguati yang melekat pada ikon kuliner pecel Madiun.

Wiwin berharap ada regenerasi perajin agar batik Madiun tetap lestari.

“Saat ini perajin rata-rata berusia 40 tahun ke atas. Generasi muda masih sedikit. Padahal batik ini warisan budaya yang harus dijaga,” pungkasnya.

Editor : Hengky Ristanto
#Disnaker KUKM #Dekranasda Madiun #hari batik nasional #Pincuk Hanguati #Sepur jentrek #batik madiun #Kota Pendekar #madiun