Jawa Pos Radar Madiun - Jauh sebelum program MBG ada, Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Bakti Ibu Kota Madiun sudah lebih dulu memberikan asupan makanan bergizi kepada para siswanya.
Hanya saja, program yang sudah bergulir sejak 2010 itu tidak gratis.
Ada biaya katering bulanan yang mesti ditanggung oleh para orang tua atau wali murid.
Meski begitu, MIT Bakti Ibu mengklaim program MBG mandiri itu menjadi yang pertama di Kota Madiun.
Belum ada sekolah lain menerapkan program yang dianggap mampu mencerdaskan sekaligus menjaga pola makan anak-anak tersebut.
Kini, setelah hampir 1,5 dekade program MBG mandiri itu berjalan di MIT Bakti Ibu akhirnya tamat.
Anak-anak tetap mendapatkan MBG, tetapi disuplai dari dapur SPPG yang berada di Kelurahan Banjarejo sejak April lalu.
’’Sebelumnya biaya administrasi dan katering ditanggung wali murid. Sekarang sudah tidak ada lagi, dan itu sangat membantu,’’ ujar Kepala MIT Bakti Ibu, Ustazah Diana Rahmawati, Senin (6/10).
Pihaknya mendukung penuh kebijakan MBG dari pemerintah itu.
Sebab, dia menyakini program tersebut berdampak langsung pada pemenuhan gizi siswa.
’’Sejak awal kami sudah sosialisasikan ke wali murid. Yayasan juga mendukung penuh karena program ini berkaitan dengan kesehatan dan gizi anak-anak,’’ ungkap Diana.
MIT Bakti Ibu termasuk satu dari enam sekolah pertama di wilayah Taman yang mendapat program MBG.
Diana berharap, ke depan pelayanan terus ditingkatkan dan pihak SPPG terbuka terhadap kritik maupun saran. ’’Tujuannya agar pemenuhan gizi anak-anak semakin baik. Kalau gizi tercukupi, anak sehat, belajar jadi lebih semangat,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani