Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca tak menentu di masa peralihan kemarau ke penghujan membuat BPBD Kota Madiun siaga penuh.
Apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi digelar kemarin (14/10) melibatkan seluruh unsur penanggulangan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Wahyudi menyebut, ada lima wilayah rawan banjir. Yakni Kelurahan Pilangbango, Tawangrejo, Kelun, Kali Piring, dan Kali Sono.
’’Seandainya terjadi banjir, tim relawan kami insyaallah sudah siap,’’ ujarnya.
Sepanjang Januari–September tercatat 152 kejadian bencana.
Rinciannya, 16 angin kencang atau pohon tumbang, 17 banjir, 5 rumah rusak, 20 kebakaran lahan dan rumah, serta 94 kasus pencarian dan pertolongan – mayoritas animal rescue.
Korban terdampak mencapai 254 jiwa akibat banjir, 8 kasus kebakaran material, 5 rumah roboh, dan 5 orang luka-luka.
Berdasarkan wilayah, Kecamatan Taman mencatat 67 kejadian, Manguharjo 56, dan Kartoharjo 29 kasus.
Wahyudi menambahkan, setiap hujan deras berpotensi memicu luapan di Kali Piring.
Meski begitu, tahun ini tak ditemukan angin puting beliung besar seperti pada 2024.
’’Kalau tahun ini dampaknya tidak terlalu terasa,’’ ujarnya.
Pencegahan dilakukan lewat normalisasi sungai dan kerja bakti massal, termasuk pembersihan Sungai Kanigoro dari sampah dan bambu.
’’Kalau mengganggu aliran air, kami bersihkan,’’ kata mantan Camat Taman itu.
BPBD juga menyiapkan perlengkapan tanggap darurat seperti tandon air, pompa penyedot, dan alat pelindung diri.
Wahyudi mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.
’’Kalau saluran bersih, banjir bisa dihindari,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto