Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

BRIN Teliti Penyakit Murine Thypus di Madiun, Pasang 100 Jebakan Tikus di Tiga RT

Erlita H • Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:30 WIB
Photo
Photo

Jawa Pos Radar Madiun – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneliti potensi kemunculan penyakit murine thypus di Kota Madiun.

Penyakit yang disebabkan bakteri Rickettsia typhi dan ditularkan melalui pinjal tikus ini mulai diteliti sejak Senin (13/10) hingga Jumat (17/10).

Penelitian dipusatkan di Gang Pucang Wangi I, Kelurahan Manisrejo.

Tim BRIN memasang 100 jebakan tikus di 50 rumah warga di RT 13, 14, dan 15 RW 5.

’’Masing-masing rumah dipasangi dua jebakan. Pada hari pertama kami dapat 11 ekor tikus, hari kedua enam ekor,’’ ujar Dr. Ristiyanto, peneliti BRIN, kemarin (15/10).

Tikus hasil tangkapan diperiksa secara detail, mulai berat badan, kondisi bulu, telinga, mata, hingga organ dalam.

’’Kami ingin mendeteksi penyakit menular yang prevalensinya belum diketahui di Indonesia, tapi cenderung ditemukan di wilayah padat penduduk,’’ jelasnya.

Ristiyanto menambahkan, riset ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini penyakit zoonosis.

Meskipun belum ditemukan kasus di Madiun, penelitian dilakukan untuk mendeteksi faktor risiko penularan.

’’Kami melihat dari segi tikus dan pinjalnya sebagai vektor utama,’’ terangnya.

Tim BRIN meneliti tikus hasil tangkapan di Manisrejo untuk mendeteksi potensi penyakit murine thypus di Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Tim BRIN meneliti tikus hasil tangkapan di Manisrejo untuk mendeteksi potensi penyakit murine thypus di Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Hasil sementara menunjukkan tiga jenis tikus, yakni tikus got, tikus rumah, dan tikus piti.

Kepadatan populasi tikus tercatat 10 persen, masih di atas ambang ideal Kemenkes yang kurang dari 1 persen.

’’Kebersihan lingkungan tetap perlu ditingkatkan agar populasi tikus menurun,’’ imbau Ristiyanto.

Sementara itu, Pengelola Program Surveilans Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun, Dhia Irfan Hanif, menilai riset BRIN penting untuk mengenali karakteristik vektor penyakit dan langkah pencegahan.

’’Hasil penelitian ini bisa jadi acuan pengendalian lingkungan agar populasi tikus tidak meningkat,’’ ujarnya.

Menurut Dhia, Dinas Kesehatan juga dapat menyiapkan laboratorium dan strategi jika ditemukan potensi penyakit baru.

’’Kalau riset tahun 2022 fokus pada nyamuk, kali ini BRIN meneliti vektor tikus,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#zoonosis #penyakit murine thypus #BRIN #tikus #madiun