Jawa Pos Radar Madiun – Bulog Cabang Madiun mencatat realisasi serapan jagung tertinggi di Jawa Timur.
Hingga Oktober 2025, total serapan mencapai 1.385 ton dari target tahunan 9.500 ton.
Pimpinan Bulog Cabang Madiun Agung Sarianto menyebut capaian itu hasil sinergi lintas sektor bersama petani, TNI, dan Polri.
’’Alhamdulillah, Kantor Cabang Madiun menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Karena itu, kami siapkan gudang khusus jagung,’’ ujarnya, Senin (20/10).
Gudang tersebut berlokasi di Ngawi, difungsikan khusus untuk menampung jagung dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.
Agung menjelaskan, komoditas jagung tidak boleh dicampur dengan gabah atau beras, sehingga penyimpanan dilakukan terpisah.
Dari total serapan, Kabupaten Ngawi menyumbang 890 ton, disusul Kabupaten Madiun 470 ton, dan Kota Madiun 15 ton.
Harga beli jagung ditetapkan Rp 6.400 per kilogram untuk kadar air 14 persen, sedangkan kadar air 18–20 persen dibeli seharga Rp 5.500 per kilogram.
Agung menuturkan, keberhasilan itu tidak lepas dari pendekatan aktif Bulog terhadap kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta kepolisian.
’’Sejak awal kami rutin turun ke lapangan. Polri juga membantu memberi informasi lokasi panen,’’ jelasnya.
Mayoritas suplai jagung berasal dari wilayah Ngawi yang memiliki lahan tanam tiga kali lebih luas dibanding Kabupaten Madiun.
’’Kami terus dorong kerja sama ini agar target serapan jagung 2025 bisa tercapai,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto