Jawa Pos Radar Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun mencatat lima bangunan rusak akibat terjangan angin kencang yang terjadi Jumat (17/10) lalu.
Total kerugian ditaksir mencapai Rp34 juta.
Kasi Restorasi dan Rehabilitasi BPBD Kota Madiun Subchan menyampaikan, timnya telah melakukan pemetaan dan pendataan di sejumlah lokasi terdampak.
“Kami turun langsung ke lapangan bersama perangkat kelurahan untuk melakukan asesmen dan menghitung kerugian,” ujarnya, Selasa (21/10).
Lima bangunan terdampak tersebar di beberapa titik.
Di antaranya milik Sholikah di Jalan Tawangsari Nomor 13, Kelurahan Tawangrejo, yang mengalami kerusakan pada atap genteng dengan nilai kerugian sekitar Rp7 juta.
Lokasi lain meliputi Jalan Sri Utomo Nomor 39 Sukosari, Jalan Borobudur Madiun Lor, Jalan Apotik Hidup Ngegong, dan Jalan Kalasan Ring Road Barat Patihan.
Menurut Subchan, hasil asesmen akan menjadi dasar untuk penyaluran bantuan hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) dari BPBD.
“Kami menyesuaikan perhitungan dengan SOP yang berlaku dan melaporkan hasilnya ke Wali Kota untuk mendapatkan disposisi,” jelasnya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan.
Selain potensi angin kencang, risiko petir dan korsleting listrik juga perlu diwaspadai.
“Bila ada kejadian darurat, segera lapor ke lurah atau tiga pilar setempat untuk penanganan cepat,” imbau Subchan.
Ia menegaskan, seluruh tim BPBD tetap siaga penuh menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga akhir tahun, dengan peralatan dan armada evakuasi yang telah disiapkan sejak awal Oktober. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto