Jawa Pos Radar Madiun – Potensi bencana hidrometeorologi mulai mengintai Kota Madiun.
Perubahan cuaca mendadak yang disertai hujan dan angin kencang menjadi tanda awal musim hujan tahun ini.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menyiagakan dua tim khusus untuk penanganan cepat kasus pohon tumbang.
Subkoordinator Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Pertamanan Disperkim Kota Madiun, Rusdyanto Dwi Hermawan, menyebut dua tim tambahan itu berasal dari regu penyiraman taman.
Masing-masing beranggotakan enam hingga tujuh orang yang dilengkapi senso kecil, gergaji ranting, dumptruck, dan truk operasional.
“Kalau musim penghujan ini memang banyak permintaan masyarakat untuk penanganan pohon tinggi,” ujarnya, kemarin (22/10).
Tim siaga diterjunkan mulai pukul 13.00 hingga 21.00.
Bila terjadi laporan darurat malam hari, petugas langsung dikerahkan.
Selain mengevakuasi pohon tumbang, tim juga melakukan pemangkasan rutin tiga hingga lima pohon per hari, tergantung kondisi lokasi dan kepadatan lalu lintas.
“Fokus kami pembersihan pasca tumbang dan pemangkasan pohon berisiko tinggi,” jelas Rusdyanto.
Dia menambahkan, titik rawan terdapat di Ring Road, mulai dari Perempatan Nglames hingga SMAN 3 Taruna Angkasa Jatim, karena banyak pohon trembesi berukuran besar.
Kelurahan Oro-Oro Ombo juga masuk peta kerawanan karena memiliki pohon beringin tua.
Dengan jumlah personel hanya sekitar 15 orang, pihaknya belum bisa menjangkau seluruh wilayah.
“Untuk sementara, penanganan difokuskan pada jalan protokol dan jalur penghubung kota–kabupaten,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto