Jawa Pos Radar Madiun – Nasib PSM Madiun dan posisi Ketua Askot PSSI kini sama-sama belum pasti.
Hingga kini, rencana mengembalikan klub berjuluk Laskar Wilis itu ke kota asalnya belum juga terwujud.
Penyebabnya, ada klausul pembayaran Rp 2 miliar sebagai syarat pengambilalihan kepemilikan dari pihak investor lama.
Ketua KONI Kota Madiun Edwin Susanto mengatakan, persoalan tersebut muncul setelah dirinya didatangi Sekretaris Askot PSSI Adhimas Kencana Saputra bersama rekannya sekitar dua bulan lalu.
Mereka meminta difasilitasi bertemu Wali Kota Maidi untuk membahas pengisian jabatan ketua Askot sekaligus rencana membawa PSM kembali ke Madiun.
“Calon investornya ini katanya siap menanamkan dana Rp 2 miliar untuk membawa PSM kembali ke Madiun,” ujar Edwin, kemarin (22/10).
Selama tiga musim terakhir, PSM Madiun menjadi klub musafir.
Tim ini tak lagi bermarkas di Stadion Wilis, meski sebagian besar pendukungnya berasal dari Madiun.
Calon investor yang disebut bernama Johan, anak dari Sulis – mantan pemilik PSM – ingin mengembalikan klub tersebut ke kota kelahirannya.
Pertemuan antara calon investor dan wali kota sempat digelar dua kali, di TPA Winongo dan kafe Bonaboni.
Namun, setelah diberi waktu lima hari untuk menunjukkan keseriusan, tidak ada kabar lanjutan.
“Pak Wali sempat bilang, kalau memang uangnya Rp 2 miliar, mending bikin klub baru saja. Tapi akhirnya tidak jadi, dan PSM vakum lagi,” lanjut Edwin.
Dia menambahkan, sejak tidak ada pembiayaan dan selepas meninggalnya almarhum Nono Djatikusumo, PSM sempat diambil alih oleh investor asal Sidoarjo.
Kini posisi pengurus tidak jelas, sehingga Askot PSSI Madiun belum bisa beroperasi karena belum memiliki ketua maupun SK baru.
“Kalau tidak ada ketua, otomatis organisasi tidak bisa jalan, termasuk pengelolaan keuangannya,” tegasnya.
Edwin juga menyebut belum ada komunikasi lanjutan dengan Asprov PSSI Jatim, karena belum ada pihak yang siap menanggung biaya pengambilalihan klub.
“PSM Madiun ini kan di bawah Askot. Jadi siapa pun nanti yang jadi ketua, otomatis harus memegang PSM juga,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto