Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah SPBU di Kota Madiun kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dalam beberapa hari terakhir.
Hingga kemarin (23/10), pasokan belum sepenuhnya pulih.
Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, kekosongan solar sempat terjadi di SPBU Basuki Rahmat, Diponegoro, dan Pandjaitan.
Sementara di SPBU Mayjend Sungkono, pasokan tengah dalam proses pengisian.
Direktur Perusda Aneka Usaha Sutrisno menyebutkan, pihaknya mengelola dua SPBU, yakni di Jalan Mayjend Sungkono dan Jalan Basuki Rahmat.
“Yang di Sungkono masih ada, tapi di Basuki Rahmat sudah beberapa hari kosong,” ungkapnya.
Kekosongan itu disebut terjadi karena permintaan solar meningkat tajam.
“Tidak ada masalah sebenarnya, hanya kuotanya menipis karena permintaan naik signifikan,” ujarnya.
Sutrisno menambahkan, tidak ada pembatasan pembelian solar di SPBU milik Perusda seperti yang dilakukan sejumlah SPBU lain.
Langkah itu diambil demi menjaga pelayanan pelanggan besar tetap stabil.
“Kalau di tempat lain dibatasi Rp200 ribu per kendaraan, di tempat kami tidak,” katanya.
Pihaknya kini tengah mengajukan tambahan kuota ke Pertamina untuk menutup lonjakan kebutuhan yang naik sekitar 150 persen dibanding tahun lalu.
“Kami ajukan sesuai kebutuhan. Nanti yang mengatur tetap Pertamina. Kalau pun tidak habis, tidak masalah, yang penting stok aman,” terang Sutrisno.
Menanggapi hal tersebut, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan stok biosolar secara umum di wilayah Madiun masih aman.
“Informasi dari lapangan, SPBU sedang menerima produk biosolar, jadi layanan sempat berhenti sementara,” jelasnya.
Ia menambahkan, stok biosolar di Kota Madiun mencapai 6,12 kiloliter dan distribusi terus dipantau agar pelayanan kembali normal. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto