Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Kali ini, penghargaan diberikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atas keberhasilan dalam optimalisasi hasil-hasil kajian daerah yang dilakukan oleh Bappelitbangda (Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah).
Kepala Bappelitbangda Kota Madiun Suwarno menyampaikan, penghargaan tersebut diraih berkat konsistensi pemkot dalam menyusun kajian yang fokus pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari strategi menuju smart city.
’’Kajian-kajian kami diarahkan untuk memperkuat produk unggulan daerah yang menjadi basis pemberdayaan UMKM,’’ ujarnya.
Menurutnya, sejumlah kajian yang mendapat apresiasi BRIN berfokus pada pengembangan produk lokal khas Kota Madiun.
Di antaranya madumongso, dawet suronatan, dan bluder Madiun, yang semuanya termasuk dalam kategori warisan budaya tak benda (WBTB).
’’Salah satunya madumongso, itu juga atas permintaan Dinas Kebudayaan untuk dikaji sebagai WBTB,’’ jelasnya.
BRIN menilai, kajian semacam itu memiliki nilai strategis karena tidak hanya menguatkan potensi ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal.
’’Hasil kajian Bappelitbangda ini kemudian dimasukkan dalam basis data BRIN sebagai produk unggulan daerah. Dari sana, BRIN turut membantu memasarkan produk-produk UMKM tersebut,’’ terangnya.
Suwarno menambahkan, hasil kajian yang terintegrasi dengan BRIN ini juga menjadi dasar untuk pengajuan status WBTB.
’’Jadi, penghargaan ini bukan hanya bentuk pengakuan, tapi juga membuka peluang agar produk lokal kita diakui secara nasional,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto