Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pemkot Madiun Bagi 146 Ton Pupuk Gratis, Target Panen Naik Jadi 9 Ton Per Hektare

Erlita H • Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:30 WIB
Wali Kota Maidi menyerahkan pupuk NPK gratis kepada gapoktan penerima di Manguharjo, kemarin (28/10). BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Wali Kota Maidi menyerahkan pupuk NPK gratis kepada gapoktan penerima di Manguharjo, kemarin (28/10). BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Ketahanan pangan jadi perhatian serius Pemkot Madiun.

Sebagai bentuk dukungan, 34 gabungan kelompok tani (gapoktan) yang telah berbadan hukum menerima 146 ton pupuk NPK gratis.

Wali Kota Maidi mengatakan, pemkot mengalokasikan Rp 1,69 miliar untuk pengadaan pupuk bersubsidi, bekerja sama dengan Petrokimia Gresik.

Luas lahan pertanian di Kota Madiun mencapai 884 hektare, dengan pembagian tiga sak pupuk per hektare atau sekitar 178 kilogram.

“Saya berharap bantuan ini bisa menambah hasil panen dari delapan ton menjadi sembilan ton gabah per hektare,” ujarnya, kemarin (28/10).

Maidi menegaskan, peningkatan hasil panen harus sejalan dengan upaya menjaga ketahanan pangan.

Meski sebagian lahan beralih fungsi, produksi gabah justru naik.

Tahun lalu, hasil gabah kering giling (GKG) mencapai 12.432 ton, meningkat dibanding 12.170 ton pada 2023.

“Alih fungsi lahan harus bijak. Tidak boleh mengganggu ekosistem maupun ketahanan pangan,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Totok Sugiarto menambahkan, penyaluran pupuk diawasi ketat oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, kejaksaan, lurah, dan camat.

“Pupuk tidak boleh dijual. Semua harus digunakan untuk mendukung produktivitas petani,” katanya.

Totok menyebut, kebutuhan beras warga Kota Madiun mencapai 43 ton per hari atau sekitar 17 ribu ton per bulan.

Karena produksi lokal belum mencukupi, pemkot bekerja sama dengan Bulog dan daerah sekitar.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Rukun Santoso, Kusnadi, mengaku bersyukur kelompoknya yang beranggotakan 60 petani mendapat 239 sak pupuk NPK.

“Kebutuhan terbesar petani memang pupuk. Kami akan berusaha maksimal meningkatkan hasil panen,” ujarnya.

Menurut Kusnadi, pupuk NPK berfungsi memperkuat fase generatif tanaman dan mencegah penyakit.

“Kalau panen bagus, petani sendiri yang untung,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#ketahanan pangan #Maidi #hasil panen #gapoktan madiun #subsidi pupuk #pertanian madiun #dkpp kota madiun #madiun #Pupuk gratis #petani kota madiun #petrokimia gresik