Jawa Pos Radar Madiun – Sekitar dua ribu lansia memadati Alun-Alun Kota Madiun, Jumat pagi (31/10).
Mereka antusias mengikuti senam kebugaran yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) dalam rangka peringatan Hari Lansia Nasional.
Wali Kota Madiun Maidi mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya menjaga kebugaran dan semangat hidup warga lanjut usia.
Ia mencontohkan gaya hidup lansia di Jepang, Singapura, dan Korea Selatan yang tetap aktif meski di usia senja.
“Di sana, lansia bangun pagi, jalan kaki, bahkan masih membantu bekerja. Itu yang ingin kita tiru,” ujarnya.
Maidi menargetkan usia harapan hidup (UHH) warga Kota Madiun naik hingga 80 tahun dalam lima tahun ke depan.
Saat ini, UHH meningkat dari 75,40 tahun pada 2023 menjadi 75,67 tahun pada 2024.
Untuk mencapai target itu, pemkot menyiapkan berbagai program seperti posyandu lansia, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi gizi, pembangunan fasilitas ramah lansia, dan Pondok Lansia.
“Saya ingin lansia di Kota Madiun sehat, panjang umur, dan selalu bahagia,” tuturnya.
Kepala Dinsos PPPA Kota Madiun Heri Suwartono menambahkan, senam lansia merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap bulan di tingkat kelurahan dan kota.
Selain senam, juga dilakukan cek kesehatan dan makan siang gratis.
“Kami berharap usia harapan hidup bisa naik menjadi 80 tahun sesuai target Pak Wali,” katanya.
Salah seorang peserta, Sri Hermin Hidayati (71), warga Kelurahan Madiun Lor, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Selain sehat, kami bisa berkumpul dan bersemangat lagi. Rasanya seperti muda kembali,” ujarnya sambil tersenyum. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto