Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Wali Kota Madiun Waspadai Lonjakan Harga Jelang Natal dan Tahun Baru

Erlita H • Selasa, 4 November 2025 | 16:30 WIB
Wali Kota Maidi memimpin rapat TPID bersama stakeholder di Gedung GCIO membahas strategi antisipasi inflasi akhir tahun, kemarin (3/11). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Wali Kota Maidi memimpin rapat TPID bersama stakeholder di Gedung GCIO membahas strategi antisipasi inflasi akhir tahun, kemarin (3/11). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Potensi inflasi diprediksi bakal melanda Kota Madiun pada akhir tahun ini.

Untuk mengantisipasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan langkah mitigasi menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Wali Kota Maidi mengatakan, momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) biasanya memicu kenaikan permintaan.

‘’Biasanya banyak kegiatan seperti libur sekolah, acara keluarga, dan wisata. Maka dari itu, kami mulai mempersiapkan bahan kebutuhan pokok sejak sekarang,’’ ujarnya saat memimpin rapat TPID di Gedung GCIO, kemarin (3/11).

Data inflasi menunjukkan, Kota Madiun selalu mengalami inflasi pada Desember sejak 2021.

Rekor tertinggi terjadi pada Desember 2021 sebesar 0,76 persen.

Komoditas pemicu inflasi paling dominan adalah cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan tomat.

Sementara beras, minyak goreng, dan gula pasir dinilai masih terkendali berkat stok dari Bulog dan pasokan pertanian lokal.

‘’Bahan-bahan itu sifatnya kebutuhan harian tapi jumlahnya terbatas, jadi harus diwaspadai,’’ tegas Maidi.

Cabai rawit tercatat sebagai komoditas paling fluktuatif.

Dalam empat tahun terakhir, harganya selalu naik pada Desember.

Lonjakan tertinggi terjadi pada Desember 2021 sebesar 124,97 persen, sedangkan deflasi terdalam pada Mei 2025 mencapai 43,26 persen.

Komoditas lain seperti telur ayam ras juga rutin naik pada November–Desember.

Inflasi tertinggi terjadi pada November 2021 (12,78 persen), sementara deflasi terdalam April 2024 (11,86 persen).

Untuk mengantisipasi, Pemkot mengandalkan program Warung Tekan Inflasi (Wartek) dan Koperasi Merah Putih sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga eceran tertinggi (HET).

’’Koperasi Merah Putih menjadi wadah untuk menjaga harga tetap stabil dan sesuai aturan,’’ terang Maidi.

Selain itu, Pemkot juga menjalin kerja sama antarwilayah, salah satunya dengan kelompok tani di kawasan Sarangan untuk memasok sayur-mayur.

Harga akan diatur berbasis MoU tahunan guna menghindari spekulasi pasar.

’’Selama setahun harganya sudah ditentukan, mereka sediakan barang, kami beli. Jadi harga pasar tidak berlaku, cukup harga MoU,’’ jelasnya.

Maidi optimistis strategi tersebut bisa menjaga stabilitas harga menjelang pergantian tahun.

’’Insya Allah, dengan kerja sama ini, Kota Madiun bisa menekan inflasi tanpa kekurangan stok,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Inflasi #cabai rawit #telur ayam ras #Maidi #TPID Madiun #Koperasi Merah Putih #harga kebutuhan pokok #madiun #Wartek