Jawa Pos Radar Madiun – Digitalisasi ekonomi di Kota Madiun menunjukkan tren menggembirakan.
Bank Indonesia (BI) Kediri mencatat lonjakan transaksi Qris yang signifikan sepanjang 2024 hingga Oktober 2025.
Totalnya mencapai 440 ribu transaksi di wilayah kerja BI Kediri, dengan Kota Madiun menempati posisi tiga besar dari 13 kabupaten/kota.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Wihujeng Ayu Rengganis mengapresiasi capaian tersebut.
Peningkatan transaksi non-tunai, katanya, tidak lepas dari tingginya aktivitas sektor pariwisata di Madiun.
’’Data 2024 mencatat lebih dari dua juta pengunjung datang ke Madiun. Aktivitas ekonomi wisata ikut mendorong penggunaan Qris,’’ ujarnya, Selasa (4/11).
Menurut Wihujeng, tren ini menandakan masyarakat Kota Madiun semakin melek ekonomi digital.
Penggunaan Qris terbukti efisien, cepat, dan aman.
Bahkan kini tersedia fitur Qris Cross Border yang memungkinkan transaksi lintas negara seperti Jepang dan Tiongkok.
’’Jadi masyarakat Madiun bisa bertransaksi di luar negeri menggunakan Qris,’’ imbuhnya.
BI berharap perluasan transaksi digital dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga 8 persen.
Apalagi, 90 persen merchant Qris di Kota Madiun merupakan pelaku UMKM.
’’Qris membantu usaha kecil bertransaksi digital, transparan, dan mengelola keuangan lebih baik,’’ terangnya.
Wihujeng yang akrab disapa Nanis juga menekankan pentingnya keamanan data pribadi.
Masyarakat diminta berhati-hati terhadap pesan mencurigakan yang meminta OTP, password, atau data pribadi.
’’Jangan asal klik tautan dan jangan bagikan kode rahasia. Jika ada masalah, laporkan ke BI atau OJK,’’ pesannya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto