Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Inflasi Madiun Oktober Capai 0,35 Persen, Kenaikan Harga Telur dan Emas Jadi Pemicu

Erlita H • Rabu, 5 November 2025 | 20:30 WIB
Harga telur ayam ras dan cabai merah menjadi komoditas utama pendorong inflasi Oktober di Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Harga telur ayam ras dan cabai merah menjadi komoditas utama pendorong inflasi Oktober di Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun mencatat inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,35 persen pada Oktober.

Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz menyebut, kenaikan harga terjadi terutama pada kelompok makanan, minuman, tembakau, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Pendorong inflasi terbesar berasal dari kenaikan harga telur ayam ras, emas perhiasan, serta beberapa komoditas hortikultura,” ujar Aziz, Rabu (5/11).

Kenaikan harga emas perhiasan, kata dia, dipicu oleh penguatan harga emas batangan global.

Sementara itu, harga telur ayam ras melonjak karena harga pakan ternak meningkat dan permintaan bertambah seiring bertambahnya dapur sehat Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Madiun.

“Akhir tahun biasanya telur ayam memang jadi penyumbang inflasi. Selain karena cuaca dan harga pakan, juga karena kebutuhan untuk program makan bergizi gratis,” paparnya.

Musim penghujan juga berdampak pada penurunan produksi hortikultura seperti cabai, wortel, dan bawang merah.

Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan di Pulau Jawa pada November–Februari diperkirakan berada di level menengah hingga tinggi, sehingga memengaruhi kualitas panen dan pasokan pasar.

Untuk mengantisipasi dampak inflasi, Aziz mengimbau Pemkot Madiun agar segera melakukan gerakan pangan murah (GPM), pasar murah, dan operasi pasar guna menjaga stabilitas harga dan stok pangan.

“Pak Wali Kota sudah menyampaikan langkah mitigasi itu, termasuk pemanfaatan tanaman terpadu (PTT) untuk pengendalian inflasi,” lanjutnya.

Selain pangan, kelompok transportasi juga berpotensi menyumbang inflasi pada akhir tahun karena meningkatnya permintaan saat libur Natal dan tahun baru.

“Biasanya operator menaikkan tarif saat permintaan tinggi atau saat jalanan terganggu akibat cuaca,” pungkas Aziz. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#abdul aziz #gerakan pangan murah #harga telur ayam #cabai merah #hortikultura #madiun #bmkg #BPS Kota Madiun #harga emas #inflasi madiun