Jawa Pos Radar Madiun – Upaya penanganan gizi balita di Kota Madiun kian digencarkan.
Dinas Kesehatan-Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) bersama TP PKK serta sejumlah organisasi wanita menggelar workshop gizi balita di Pahlawan Business Center, kemarin (5/11).
Kepala Dinkes-PPKB dr. Denik Wuryani menyebut kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman lintas sektor mengenai penanganan gizi anak dan pelaporan di lapangan.
“Kami ingin menguatkan peran lintas program dan lintas sektor dalam menangani kasus gizi di lapangan,” ujarnya.
Denik menambahkan, upaya peningkatan gizi di Kota Madiun selama ini berjalan melalui berbagai inovasi.
Pemerintah tidak hanya menggelar pelatihan, tetapi juga rutin menyalurkan makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil sebagai langkah pencegahan stunting.
“Workshop ini juga menjadi sarana sosialisasi agar semua sektor bergerak bersama,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dr. Melati Arum Satiti, Sp.A, dokter spesialis anak RSUD dr. Soedono Madiun, yang memaparkan strategi pencegahan dini stunting melalui pola makan sehat keluarga dan edukasi di sekolah.
Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk memperkuat ketahanan gizi dan kesehatan masyarakat.
“Kadinkes saya minta menjaga gizi anak-anak dan memperkuat program Pekarangan Pangan Lestari (P2L),” ujarnya.
Selain fokus pada gizi, Maidi menyoroti pentingnya lingkungan sehat dan peningkatan kualitas hidup warga.
“Kami berupaya membenahi TKA Winongo, menekan angka stunting, meningkatkan oksigenasi lingkungan, dan menaikkan angka harapan hidup,” paparnya.
Menurutnya, anak-anak dengan gizi kurang harus menjadi prioritas utama agar tumbuh sehat dan produktif.
“Anak-anak yang kurang gizi perlu mendapat perhatian khusus. Pemenuhan gizi harus ditingkatkan,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto