Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun menyiapkan arah pembangunan tahun 2026 dengan fokus pada sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan, meski ada pengurangan dana transfer pusat, pembangunan harus tetap berdampak bagi masyarakat.
“Tahun depan proyek tidak sebanyak tahun ini karena ada pengurangan anggaran sekitar Rp183 miliar. Tapi proyek kecil dan perawatan tetap jalan di 2026. Fokusnya pada program yang bisa menaikkan indeks pembangunan manusia (IPM),” ujar Maidi, kemarin (5/11).
Ia menegaskan, setiap proyek harus memiliki efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau tidak ke kesehatan, ke pendidikan, proyek itu tetap harus menggerakkan ekonomi. Meskipun dana turun, pertumbuhan ekonomi harus tetap bertahan di atas, ” tegasnya.
Program sosial seperti beasiswa dan bantuan kesehatan tetap dipertahankan.
“Beasiswa tidak boleh dihapus, begitu juga bantuan sosial. Itu bagian dari pendidikan dan kesehatan. Ibu hamil, anak stunting, semuanya harus terus dibantu,” jelasnya.
Maidi juga menekankan pentingnya sektor wisata sebagai penopang ekonomi lokal.
Tahun depan, pemkot akan memperkuat destinasi wisata dan infrastruktur penunjang.
“Ekonomi naik kalau ada transaksi. Transaksi muncul kalau banyak orang datang. Karena itu, tempat wisata dan sarana pelayanannya akan terus diperkuat,” paparnya.
Beberapa proyek prioritas yang akan digarap antara lain pembangunan kompleks masjid apung dan kawasan Tembok Cina yang digadang menjadi magnet wisata baru.
“Tahun lalu saja ada 2,5 juta pengunjung. Tahun ini target 3 juta hingga Desember. Kalau nanti destinasi wisata bertambah dari enam jadi dua belas, saya optimistis bisa menarik 6–7 juta pengunjung ke Kota Madiun tahun depan,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto