Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Musim Hujan Tiba, BPBD Kota Madiun Aktifkan EWS di Tiga Titik Rawan Banjir

Erlita H • Senin, 10 November 2025 | 00:00 WIB
Petugas BPBD Kota Madiun melakukan pengecekan sistem EWS di Dam Sono. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Petugas BPBD Kota Madiun melakukan pengecekan sistem EWS di Dam Sono. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman banjir kembali mengintai seiring datangnya musim penghujan.

Untuk meminimalkan risiko bencana, BPBD Kota Madiun mengandalkan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini yang dipasang di sejumlah titik rawan banjir dan gempa bumi.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Madiun Bambang Agung Hariyadi menjelaskan, EWS berfungsi memberikan peringatan awal ketika terdeteksi potensi bencana alam.

Tiga titik rawan banjir telah dilengkapi alat tersebut, yakni Dam Sono di perbatasan Kelun–Tawangrejo, Jembatan Bok Malang di Kelurahan Pilangbango, dan Jembatan Rejomulyo.

’’EWS Rejomulyo dikelola BPBD Jatim, sementara dua lainnya kami kelola langsung,’’ jelas Bambang, Minggu (9/11).

Menurutnya, seluruh EWS dalam kondisi berfungsi normal.

BPBD rutin melakukan pemantauan bulanan dan servis berkala setiap tiga bulan untuk memastikan alat tetap siaga.

’’Meski tidak ada banjir, kami tetap uji coba alatnya. Di Rejomulyo, Pilangbango, dan Kelun Tawangrejo semua EWS sudah menyala normal,’’ ujarnya.

Tahun depan, BPBD belum merencanakan penambahan titik EWS baru karena keterbatasan anggaran.

’’Satu unit EWS saja minimal butuh Rp80 juta, jadi untuk 2026 belum kami anggarkan,’’ terangnya.

Selain tiga titik EWS banjir, BPBD juga memiliki satu unit EWS gempa bumi yang dipasang di kantor BPBD.

Bambang menambahkan, pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi baru yang rawan banjir seperti Patihan, wilayah selatan Jembatan Bok Malang, dan Perumnas 2 Kelurahan Manisrejo.

’’Daerah-daerah itu sering banjir dan padat penduduk, jadi kami prioritaskan pemantauan,’’ katanya.

Dalam menghadapi puncak musim hujan, BPBD juga menggelar apel siaga hidrometeorologi bersama lintas instansi, pelatihan water rescue di Bengawan Madiun, serta sosialisasi sekolah aman bencana.

’’Kami ingin kesiapsiagaan tidak hanya di instansi, tapi juga di masyarakat,’’ tambahnya.

Bambang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

’’Ranting pohon yang sudah rapuh sebaiknya segera dipangkas agar tidak menimbulkan bahaya. Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#waspada cuaca ekstrem #kota madiun #sistem peringatan dini #ews #musim hujan #Madiun tanggap bencana #banjir madiun #Bencana hidrometeorologi #BPBD Kota Madiun