Jawa Pos Radar Madiun - Kabar baik datang bagi masyarakat penerima bantuan sosial (bansos).
Pemerintah pusat kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) tambahan di luar program reguler.
Saat ini, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kota Madiun tengah memverifikasi data penerima.
Kepala Dinsos-PPPA Kota Madiun Heri Suwartono menyebut, BLT tambahan akan diberikan kepada sekitar 5 ribu penerima manfaat.
Besarannya Rp 300 ribu per bulan selama Oktober hingga Desember, disalurkan sekaligus sebesar Rp 900 ribu.
’’Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dicairkan. Untuk BLT reguler, semuanya lancar,’’ ujarnya, Senin (10/11).
Proses verifikasi dilakukan ketat agar bantuan tepat sasaran.
Sejumlah daerah di Jatim bahkan mencoret penerima yang terindikasi judi online (judol) atau cicilan barang mewah.
’’Kalau di sistem nasional ada indikasi seperti itu, otomatis langsung dicoret,’’ terangnya.
Menurut Heri, pencoretan juga dilakukan jika penerima memiliki anggota keluarga berstatus ASN, TNI, atau Polri.
Begitu pula bila ditemukan transaksi di marketplace dengan nominal besar.
’’Kadang warga merasa masih berhak, tapi ternyata hasil verifikasi pusat menunjukkan sebaliknya,’’ jelasnya.
Di Kota Madiun, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang diblokir karena indikasi nomor ponselnya terhubung ke situs judol tidak sampai 100 orang.
’’Kami jelaskan agar masyarakat memahami. Semua berdasarkan data dari sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),’’ tegas Heri.
Pihaknya juga rutin menggelar musyawarah keluhan masyarakat setiap semester untuk menampung aspirasi dan evaluasi penyaluran bansos.
’’Kami mengimbau agar bantuan digunakan secara bijak, untuk kebutuhan pokok, bukan konsumtif,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto