Jawa Pos Radar Madiun – Pengusutan kasus korupsi akbar di Pemkab Ponorogo terus bergerak cepat.
Setelah menggeledah rumah dinas Sekda Ponorogo Agus Pramono di Jalan Hos Cokroaminoto, Kamis (13/11) siang, sore harinya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung melanjutkan operasi ke Kota Madiun.
Di Kota Pendekar, penyidik KPK menyambangi rumah Direktur RSUD dr Harjono dr Yunus Mahatma.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, sejumlah penyidik KPK tiba di rumah Yunus yang berada di Jalan Sumatera, Kota Madiun, sekitar pukul 17.00 WIB.
Mereka datang menggunakan beberapa mobil dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Pintu pagar rumah tampak ditutup rapat. Di antara penyidik dan petugas, tampak tukang kunci yang diduga dibawa KPK untuk melakukan pembongkaran paksa.
Aktivitas di dalam kediaman berlangsung tertutup, sementara aparat tampak berjaga di luar rumah.
Penggeledahan ini dilakukan bersamaan dengan operasi di kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo yang lebih dahulu berlangsung Kamis siang.
Dua titik ini menambah panjang daftar lokasi yang disasar penyidik setelah OTT terhadap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sekda Agus Pramono, dan Yunus Mahatma pada Jumat (7/11) lalu.
Belum ada keterangan resmi mengenai barang bukti apa saja yang dibawa dari rumah Yunus.
Namun agenda ini diyakini berkaitan dengan pendalaman aliran dana suap Rp 1,25 miliar yang diduga dibayarkan Yunus untuk mempertahankan jabatan sebagai direktur RSUD dr Harjono.
KPK sebelumnya menegaskan bahwa OTT hanya menjadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan korupsi lain di lingkungan Pemkab Ponorogo.
Sejak Senin hingga Kamis, sejumlah dinas strategis telah digeledah, termasuk BPBJ, BKPSDM, Disbudparpora, DPUPKP.
Rumah-rumah pihak yang diduga terlibat juga digeledah. Salah satunya tempat tinggal Indah Bekti Pratiwi, teman dekat Yunus yang mencairkan uang suap untuk yang menjadi bukti OTT bupati. (naz)
Editor : Mizan Ahsani