Jawa Pos Radar Madiun - Pengusutan dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko terus meluas.
Kamis malam (13/11), penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi rumah mewah milik Direktur RSUD dr Harjono dr Yunus Mahatma, di Kota Madiun.
Dalam LHKPN terakhir, Yunus melaporkan total kekayaan Rp 14,54 miliar.
Aset kendaraan pribadi miliknya, termasuk mobil mewah yang terparkir di garasi rumah, menjadi sorotan penyidik.
Di garasinya, terdapat Jeep Wrangler Rubicon dan BMW 330i M Sport.
Baca Juga: Terseret OTT Bupati Ponorogo, Indah Bekti Pratiwi Ajukan Perceraian dengan Suami
Rubicon Merah dan BMW Seri 3 Ikut Diperiksa
Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, sebuah Jeep Wrangler Rubicon dua pintu warna merah berpelat nomor N 47 MA terparkir di garasi Yunus.
Di dekatnya, ada mobil BMW 330i M Sport (BMW Seri 3) bernopol L 47 MA.
Nilai kedua kendaraan itu tak main-main.
Berdasarkan situs PusatJeep, Jeep Rubicon 2 Doors warna hitam dan putih dibanderol Rp 2,23 miliar. Sedangkan yang warna merah seperti milik Yunus ditaksir mencapai Rp 2,25 miliar.
Harga BMW 330i juga tak main-main. Mobil mewah ini dijual di Indonesia dengan harga sekitar Rp 1,31 miliar.
Spesifikasi Dua Mobil Mewah Milik Yunus
Jeep Wrangler Rubicon dikenal sebagai salah satu ikon mobil off-road dunia.
Mobil ini memiliki struktur bodi yang kokoh dan fender kuat untuk medan ekstrem.
Tak hanya itu, Rubicon diperkuat mesin bertenaga besar dengan sistem penggerak 4x4 berteknologi modern.
Mobil ini digadang sebagai salah satu kendaraan off-road terbaik di kelasnya.
Sementara BMW 330i M Sport mengandalkan performa sporty dengan fitur kelas premium.
Spesifikasi unggulannya meliputi mesin 2.0L TwinPower Turbo yang bertenaga 258 hp. Hebatnya, bisa berakselerasi 0–100 km/jam hanya dalam waktu 5,9 detik.
Kedua kendaraan itu masuk kategori high performance luxury cars dan menjadi pusat perhatian dalam penggeledahan.
KPK Sebut Akan Perluas Pengusutan Kasus Rasuah di Pemkab Ponorogo
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa penggeledahan ini merupakan rangkaian lanjutan dari OTT pekan lalu.
“Dari OTT pekan lalu, tim kemudian mendapatkan informasi dan petunjuk adanya dugaan tindak pidana korupsi lainnya. Ini masih didalami,” kata Budi kepada Jawa Pos Radar Madiun.
Menurut KPK, kasus ini berpotensi mengarah pada praktik korupsi yang lebih sistemik, termasuk penelusuran aset dan aliran dana milik para tersangka.
Adapun sejak operasi tangkap tangan atau OTT Jumat (7/11) lalu, KPK telah menetapkan empat tersangka.
Mereka di antaranya Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sekda Ponorogo Agus Pramono, Direktur RSUD dr Harjono dr Yunus Mahatma, dan Sucipto, rekanan proyek di RSUD.
KPK juga menggeledah sembilan lokasi, termasuk kantor OPD dan rumah-rumah pribadi.
Salah satunya adalah rumah Indah Bekti Pratiwi, teman dekat Yunus yang berperan mengambil uang tunai Rp 500 juta. Uang tersebut lantas menjadi bukti OTT Sugiri dkk Jumat lalu. (naz)
Editor : Mizan Ahsani