Jawa Pos Radar Madiun - KH Ahmad Anwar Zahid akan mengisi penceramah di Kota Madiun, dalam waktu dekat ini.
Acara bertajuk Pengajian Damai ini digelar pemkot setempat di Pahlawan Street Center (PSC), pada Rabu (19/11) lusa, mulai pukul 20.00.
Pengajian ini turut dihadiri Wali Kota Madiun Dr Maidi, Wakil Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, serta Kepala Bakesbangpol Jatim Eddy Supriyanto.
Tak hanya sarat ilmu agama, acara tersebut diprediksi bakal menghibur lantaran KH Anwar Zahid dikenal sebagai pendakwah nyentrik yang ceramahnya penuh celetukan segar.
Gaya bicaranya yang lugas, lucu, dan mudah dicerna membuatnya disukai berbagai kalangan, termasuk anak muda.
Profil Singkat KH Anwar Zahid
Nama lengkap: Ahmad Anwar Zahid
Tempat lahir: Bojonegoro,
Tanggal lahir: 11 Maret 1974
Alamat: Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Bojonegoro
Pekerjaan: Pendakwah
Riwayat Pendidikan:
Pondok Pesantren Langitan, Tuban
Pondok Pesantren APTQ Sampurnan Bungah, Gresik
Sejak muda, KH Anwar Zahid sudah dikenal cerdas dan punya cara penyampaian yang khas.
Ceramahnya dibungkus dengan humor. Celetukannya yang terkenal seperti Qul hu wae lek kesuwen membuatnya semakin melekat di hati jemaah.
Sering Roasting Pejabat Publik
Gaya ceramah KH Anwar Zahid yang humoris kerap menghadirkan roasting, termasuk kepada tokoh publik.
Salah satu momen paling dikenal terjadi ketika ia me-roasting Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolda Jateng.
KH Anwar Zahid menggoda Irjen Ahmad Luthfi karena ia bukan lulusan Akpol, namun bisa mencapai pangkat jenderal.
“Malaikat malas menghisab orang susah. Tapi kalau ini (Irjen Luthfi), kamu dulu jadi polisi bagaimana ceritanya?” ujarnya sambil memancing tawa.
Tak berhenti di situ, ia kembali melontarkan celetukan yang membuat ribuan jemaah dan para tokoh di panggung terpingkal-pingkal.
“Kamu bukan Akpol kok jadi jenderal ceritanya bagaimana? Akpol tahun berapa? Enggak pernah Akpol kok jadi jenderal? Kamu kok bisa jadi Kapolda bagaimana ceritanya? Nyogok apa tidak?”
Irjen Ahmad Luthfi yang duduk di samping Habib Zainal Abidin hanya bisa tertawa terbahak-bahak.
Alih-alih tersinggung, ia menikmati setiap lontaran humor sang penceramah kondang tersebut.
Gaya bercanda seperti inilah yang membuat ceramah KH Anwar Zahid selalu dinanti. Pesannya masuk, namun tetap menghibur. (naz)
Editor : Mizan Ahsani