Jawa Pos Radar Madiun – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Besar Madiun (PBM), Senin (17/11).
Sidak dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok.
Dyah meninjau Warung Tekan Inflasi (Wartek), lalu menyapa pedagang sembako, bumbu dapur, sayuran, hingga daging.
Ia memastikan mayoritas harga kebutuhan pokok masih dalam batas aman.
“Jika ditemukan harga di atas acuan atau HET, akan kami catat dan lakukan pemetaan untuk memperbaiki distribusi,” jelasnya.
Dia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga.
Menurutnya, keberadaan Wartek di PBM telah membantu menjaga stok saat terjadi kelangkaan sehingga mencegah lonjakan harga.
“Wartek ini sangat membantu intervensi harga di pasar,” ungkapnya.
Hasil pemantauan Kemendag menunjukkan harga minyak goreng, beras, bawang merah, bawang putih, dan buah-buahan masih stabil.
Namun Dyah menyoroti kenaikan harga telur di beberapa daerah, termasuk Kota Madiun.
Kenaikan dipicu tingginya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Pedagang justru diuntungkan karena memiliki langganan tetap melalui SPPG,” ujarnya.
Kemendag memastikan kebutuhan SPPG di berbagai daerah terpenuhi tanpa mengganggu pasokan masyarakat umum.
Jika ditemukan kendala distribusi, koordinasi lebih intens dengan Bapanas akan dilakukan.
Adapun minyakita tetap menjadi domain Kemendag. “Sinergitas lintas kementerian adalah kunci, sesuai arahan presiden,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menambahkan bahwa harga bahan pokok di PBM masih berada di bawah HET.
Pemkot siap melakukan intervensi bila terjadi lonjakan menjelang Nataru.
“Kami pantau dulu. Jika bahan pokok naik, Wartek akan digerakkan lebih intens dengan subsidi,” tuturnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto