Jawa Pos Radar Madiun – Aspirasi masyarakat yang masuk melalui reses DPRD Kota Madiun masih didominasi kebutuhan infrastruktur.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono.
’’Usulan-usulan lebih kepada infrastruktur. Masih ada paping, saluran yang belum paripurna, dan lampunisasi,’’ ujarnya, Selasa (18/11) malam.
Istono menyebut persoalan paling mendesak berada di wilayah Kanigoro.
Tepatnya pada plengsengan sungai dekat Yayasan Mizwalah.
’’Sudah lima kali menggerus bangunan. Itu yang paling urgen,’’ tuturnya.
Menurutnya, usulan lain yang sifatnya tidak mendesak masih bisa ditangguhkan mengikuti skala prioritas.
Semua aspirasi akan dibawa dalam pembahasan dan disesuaikan dengan program pemerintah daerah.
Tindak lanjutnya, kata Istono, seluruh usulan warga akan disinkronkan dengan hasil Musrenbang eksekutif.
’’Kami solderingkan dengan hasil Musrenbang. Mana yang memang prioritas, itu yang kami dorong. Termasuk yang menunjang pencapaian visi-misi kepala daerah,’’ jelasnya.
Dia memastikan mekanisme tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan pembangunan berjalan tepat sasaran. (her)
Editor : Hengky Ristanto