Jawa Pos Radar Madiun – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 tinggal hitungan pekan.
Selama itu kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) diprediksi meningkat.
Ketua Hiswana Migas Madiun Agus Wiyono memastikan pasokan aman dan menyiapkan koordinasi dengan pemkab maupun pemkot serta Pertamina.
Khususnya terkait manajemen kuota dan potensi penambahan.
’’Untuk penambahannya belum pasti datanya, tetapi sifatnya fakultatif sesuai kebutuhan,’’ ujarnya, Kamis (20/11).
Agus menyebut pola konsumsi BBM selalu meningkat pada periode libur panjang, termasuk Nataru dan Idul Fitri.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak hanya mengandalkan pertalite, tetapi beralih ke dexlite atau pertamax untuk mengurangi antrean di SPBU.
’’Saya pastikan tidak langka. Semua barang bersubsidi sudah ada kuotanya di masing-masing daerah,’’ tegasnya.
Kuota tersebut wajib dihabiskan hingga akhir tahun. Jika kebutuhan meningkat, pemda bersama Pertamina dapat mengusulkan tambahan fakultatif.
Saat ini, Agus memastikan antrean di SPBU masih terkendali.
Pengelola SPBU diminta mengatur penyaluran agar stok mencukupi sampai periode puncak liburan.
Selain itu, dia menambahkan solar tetap aman.
Jika terjadi antrean, sifatnya hanya sementara. Sebab, seluruh SPBU tetap melayani sesuai aturan barcode harian.
’’Persoalannya kendaraan kadang datang dari luar daerah. Tapi stok tetap aman, SPBU tetap melayani,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani