Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Madiun Maidi mengaku telah menelaah proposal pengembangan Ngrowo Bening yang ditawarkan Konsul Kehormatan India untuk Jatim–Jateng Manoj Bhat.
Dokumen itu memuat konsep pembangunan laboratorium pembelajaran terpadu yang sebelumnya sudah masuk dalam program strategis RPJMD.
Namun rencana tersebut terkendala kemampuan keuangan daerah.
Maidi menyebut kebutuhan anggaran jauh lebih besar dari perkiraan awal.
’’Proyeksinya dulu sekitar Rp 20 miliar. Setelah dicek lagi, anggarannya membengkak hingga ratusan miliar,’’ ujarnya, kemarin (20/11).
Karena itu, pemkot mengajukan dukungan kepada mitra eksternal.
Dia menilai pihak mitra memiliki komitmen kuat pada dunia pendidikan sehingga berpeluang memberikan dukungan nyata.
’’Kalau mereka sanggup membantu dan itu untuk pendidikan, ya Alhamdulillah,’’ katanya.
Skema pendanaan seluruhnya diusulkan ditanggung mitra kerja sama.
Pemkot hanya menyiapkan lahan untuk pembangunan.
’’Modelnya kerja sama. Kami menyediakan lahan, mereka yang membiayai. Pemkot tidak mengeluarkan anggaran besar,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto