Jawa Pos Radar Madiun – Fenomena narsistic personality disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik mulai jadi atensi tenaga pendamping perempuan dan anak di Kota Madiun.
Konselor UPTD PPA setempat, Agnes Adhani, menyebut gangguan ini kerap tidak disadari namun dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental dan relasi sosial penderitanya.
NPD ditandai rasa superioritas berlebihan, kebutuhan kuat untuk dikagumi, dan empati yang rendah terhadap orang lain.
’’Ada gangguan kepribadian sehingga seseorang mencintai dirinya secara berlebihan. Itu tidak baik dan bisa mengganggu kehidupan sehari-hari,’’ ujar Agnes, Minggu (23/11).
Menurutnya, faktor penyebab NPD dapat berasal dari keturunan maupun pola asuh.
Sanjungan berlebihan sejak kecil atau kritik ekstrem dapat memicu perilaku narsistik.
Dia mencontohkan anak yang terus dipuja saat tampil di panggung atau diberi perlakuan istimewa sehingga tumbuh merasa paling unggul.
’’Ketika kebutuhannya tidak terpenuhi, bisa muncul tekanan dan memicu depresi,’’ ucap dosen Universitas Katolik Widya Mandala itu.
Agnes menyebut gangguan kepribadian sering luput dari perhatian karena tidak terlihat secara fisik.
Namun dampaknya dapat sangat besar.
Dia mencontohkan artis Michael Jackson sebagai figur NPD yang akhirnya terjerembap dalam tekanan berat hingga penyalahgunaan obat.
Di Indonesia, kasus serupa juga pernah muncul pada figur publik tertentu yang menunjukkan manipulasi citra dan perilaku ekstrem.
Dia mengingatkan pentingnya kesadaran diri sejak dini.
Orang tua diminta aktif menegur apabila anak menunjukkan ekspresi narsistik berlebihan.
’’Jika sudah parah, harus segera ke psikolog. Di era media sosial, paparan yang tidak terkendali bisa memicu gangguan kepribadian,’’ jelasnya.
NPD yang tidak tertangani dapat berujung pada depresi berat hingga melukai diri sendiri.
Banyak kasus bunuh diri yang sebenarnya berkaitan dengan masalah kepribadian tetapi tidak terungkap.
’’Itu seperti fenomena gunung es,’’ tambah warga Mojorejo itu.
Untuk pencegahan, sekolah dan perguruan tinggi kini diwajibkan memiliki satgas penanganan kekerasan.
Tidak hanya kekerasan seksual, namun juga bullying dan kekerasan psikologis lainnya.
NPD sendiri paling banyak muncul pada remaja dan dewasa muda.
Di Indonesia, kecenderungan lebih banyak diderita perempuan karena dianggap lebih ekspresif.
’’Orang harus sadar diri dan sadar posisi. Jangan melampaui batas,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto