Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Merah Putih Academy Resmi Dibuka di Madiun, Fokus Pelatihan Basket Gratis Anak Usia Dini

Erlita H • Senin, 24 November 2025 | 23:10 WIB
Jajaran manajemen dan pelatih Merah Putih Academy Basketball memperkenalkan jersey resmi untuk program pelatihan usia dini. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Jajaran manajemen dan pelatih Merah Putih Academy Basketball memperkenalkan jersey resmi untuk program pelatihan usia dini. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pembinaan olahraga usia dini di Kota Madiun mendapat amunisi baru.

Merah Putih Academy Basketball resmi dilaunching dan langsung menarik perhatian masyarakat.

Akademi tersebut hadir sebagai wadah pengembangan potensi basket bagi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Pemilik Merah Putih Academy, Oki Sesar Crisandy, menegaskan bahwa pelatihan harus bisa diakses siapa saja tanpa memandang latar belakang ekonomi.

“Kami ingin mewadahi anak-anak usia dini yang punya potensi tapi terkendala biaya. Semua anak punya hak yang sama tanpa melihat kasta,” ujarnya, Senin (24/11).

Akademi ini dibina oleh pelatih berlisensi: Yudistira Christianto, Dwi Meilana Agustina Sukarno, dan Atha Sri Wulandari.

Sementara jajaran manajemen akademi diperkuat Bagus Surya Nugraha, Heri Supriyanto, dan Hendrik.

Oki menjelaskan akademi menyasar anak usia 3–12 tahun dengan fokus membangun karakter disiplin, keberanian, dan kerja keras.

“Bukan sekadar mencetak pemain basket, tapi membangun fundamental kehidupan mereka,” tegasnya.

Saat ini latihan dipusatkan di Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Pandean.

Kantor sekretariat berada di tiga titik: Parang Kusumo (Mojorejo), Mojopahit (Winongo), dan Diponegoro (Oro-Oro Ombo).

Ke depan, akademi juga membuka peluang membentuk klub resmi sebagai jalur prestasi jangka panjang.

“Kami yakin anak-anak Madiun pasti hebat,” tambah Oki.

Pelatih Yudistira Christianto menyampaikan metode latihan akademi mengadopsi standar kota besar dengan fokus pada kekuatan fundamental gerak.

“Dasar berjalan, berlari, hingga melompat harus benar. Kalau dasarnya keliru, sulit berkembang di cabang olahraga apa pun,” jelasnya.

Untuk usia dini, jadwal latihan dibuat dua kali seminggu agar tetap menyenangkan.

“Untuk awal, kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap olahraga, bukan memaksa mereka seperti atlet profesional,” lanjutnya.

Yudistira juga berharap orang tua mengurangi paparan gadget dan memberi lebih banyak ruang bagi anak bergerak.

“Kalau karakter dan kebiasaan olahraganya tumbuh, basket di Madiun bisa bangkit lebih baik,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Pembinaan olahraga Madiun #Pelatihan basket gratis #Oki Sesar Crisandy #Basket anak Madiun #madiun #Akademi olahraga Madiun #Basket usia dini Madiun #Merah Putih Academy Basket Madiun