Jawa Pos Radar Madiun – Akses menuju kawasan wisata edukasi Ngrowo Bening bakal berubah total mulai 1 Desember 2025.
Perumda Tirta Taman Sari memastikan seluruh pengunjung hanya bisa masuk dan keluar melalui pintu utama di Jalan Abdul Rahman Saleh.
Dua jalur alternatif yang selama ini digunakan masyarakat, yakni Jalan Pesanggrahan dan Jalan Mundu, resmi ditutup permanen.
Direktur Perumda Tirta Taman Sari, Suyoto, menegaskan kebijakan ini diambil untuk menertibkan arus pengunjung dan memperkuat pengelolaan aset milik pemerintah kota.
“Mulai 1 Desember, pintu masuk dan keluar hanya lewat Abdul Rahman Saleh. Pesanggrahan dan Mundu kami tutup,” ujarnya, kemarin (26/11).
Meski demikian, Suyoto memastikan pelanggan PDAM yang datang untuk membayar rekening tetap bisa mengakses kantor Ngrowo melalui halaman depan.
“Hanya untuk layanan kasir. Tidak bisa lagi masuk ke area dalam Ngrowo,” jelasnya.
Menurut Suyoto, kawasan Ngrowo Bening merupakan wilayah perkantoran dan objek vital, bukan jalan umum.
Selama ini jalur tersebut kerap dijadikan jalan tembus warga dari Pesanggrahan menuju Bulungan.
“Dulu sifatnya hanya pertolongan. Sekarang kami permanenkan penutupan akses,” tegasnya.
Penutupan dua jalur itu juga menjadi langkah awal penerapan portal parkir untuk mengendalikan mobilitas kendaraan masuk.
“Kami ingin memilah dan mengatur arus pengunjung agar lebih tertib. Tarif portal mengikuti peraturan wali kota,” lanjutnya.
Sosialisasi sudah berlangsung sejak lama. Bahkan uji coba portal pernah dilakukan pada 2024.
Setelah fasilitas diperbaiki, kebijakan kini siap diterapkan penuh.
“Ini bagian dari pemberdayaan aset Ngrowo Bening. Sekaligus berpotensi meningkatkan PAD,” tambahnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto