Jawa Pos Radar Madiun – Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto menegaskan bahwa koperasi umum maupun Koperasi Merah Putih (KMP) tidak boleh terjebak pada persaingan, melainkan harus membangun kolaborasi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Dalam pengarahan kepada para pengurus koperasi dan KMP, Soeko menyatakan banyak pihak masih memiliki anggapan salah bahwa dua lembaga tersebut harus bersaing satu sama lain.
“Justru harus sinergi dan kolaborasi. Dengan kolaborasi, pekerjaan lebih ringan dan hasilnya lebih maju,” ujar Soeko, kemarin (26/11).
Ia menjelaskan sejumlah peluang kerja sama yang dapat dimaksimalkan.
Di tingkat nasional, terdapat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sekolah rakyat yang bisa menjadi ruang garapan bersama.
Sementara di tingkat kota, pertumbuhan ekonomi membuka peluang bagi UMKM membentuk koperasi baru.
Koperasi lama juga tetap membutuhkan pembinaan.
Karena itu, pemkab akan melakukan identifikasi terhadap seluruh koperasi di Kota Madiun untuk mengetahui mana yang maju, stagnan, atau tidak aktif.
“Intervensinya harus tepat. Semuanya harus bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Soeko menegaskan, tujuan utama sinergi dan pembinaan koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan warga.
“Semua ini untuk masyarakat. Intinya, kolaborasi harus mendorong kesejahteraan,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto