Jawa Pos Radar Madiun - Pertamina Patra Niaga memprediksi adanya lonjakan konsumsi BBM di wilayah Madiun Raya menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Peningkatan mobilitas masyarakat, arus wisata, serta perjalanan antarwilayah menjadi faktor utama naiknya permintaan energi selama periode libur panjang akhir tahun.
Hal itu diungkapkan Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi.
Menurutnya, konsumsi bensin diperkirakan naik sekitar 13 persen, sedangkan diesel atau gasoil meningkat sekitar 12 persen dibanding rata-rata harian normal.
"Di sisi lain, angka tersebut menunjukkan distribusi BBM di Madiun Raya berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," sebutnya.
Untuk memastikan layanan energi tetap berjalan lancar, Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif.
Salah satunya melalui buildup stock, penambahan armada mobil tangki, serta pengoperasian fasilitas Fuel Terminal selama 24 jam.
Upaya tersebut dilakukan agar distribusi BBM tetap terjaga dan masyarakat memperoleh layanan tanpa hambatan.
Pertamina juga memperkuat ketersediaan stok strategis, khususnya di SPBU yang berada pada jalur rawan peningkatan permintaan.
"Secara umum kebutuhan BBM yang paling dibutuhkan oleh Masyarakat adalah BBM jenis Pertalite dan BBM jenis Biosolar," ujarnya.
Titik-titik prioritas meliputi kawasan wisata, jalur utama antarwilayah, hingga lokasi dengan potensi kepadatan arus kendaraan.
"Langkah ini kami ambil agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan mudah sekaligus memastikan distribusi tetap optimal selama masa libur Nataru," tegas Ahad Rahedi. (*)
Editor : Mizan Ahsani