Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dua Siswa SD di Madiun Terjangkit DBD, Dispenser dan Toilet Sekolah Jadi Sumber Jentik

Erlita H • Sabtu, 29 November 2025 | 12:00 WIB
Petugas Puskesmas Sukosari melakukan fogging di SDN 01 Kartoharjo setelah dua siswanya terjangkit DBD. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Petugas Puskesmas Sukosari melakukan fogging di SDN 01 Kartoharjo setelah dua siswanya terjangkit DBD. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Dua siswa kelas V SDN 01 Kartoharjo, Ufahira Natasya Rifda dan Feodora Engracia Prissy, terkonfirmasi terjangkit demam berdarah dengue (DBD).

Keduanya kini menjalani perawatan di RS Darmayu dan RS Santa Clara Madiun.

Investigasi Puskesmas Sukosari menemukan jentik nyamuk Aedes aegypti di dua titik sekolah: dispenser kelas dan toilet.

Temuan tersebut menjadi indikasi kuat bahwa penularan terjadi di lingkungan sekolah.

Pemegang Program DBD Puskesmas Sukosari, Misgi Setyarini, menyebut fogging langsung dilakukan sebagai tindakan awal.

“Ada indikasi penularan. Kemarin kami lakukan penyelidikan epidemiologi. Jarak terbang nyamuk bisa 200 meter dengan bantuan angin,” ujarnya.

Fogging tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi meluas hingga permukiman warga di radius 200 meter.

Tepatnya di Jalan Jayengan RT 2 RW 1, di mana ditemukan tiga warga terindikasi DBD.

Dua di antaranya, Maheswara Eka Refansyah dan Mahendra Rado Firmansyah, kini juga dirawat di RS Santa Clara.

“Fogging diperluas sampai ke Jalan Jayengan karena ditemukan jentik di dua TPA,” kata Misgi.

Untuk area sekolah, proses fogging dilakukan dengan menutup seluruh pintu dan jendela selama 30 menit agar obat bekerja maksimal.

Sementara di permukiman, penyemprotan menjangkau tiga RT: 2, 3, dan 4.

Sekolah memutuskan meliburkan KBM sehari karena efek bau obat fogging.

Misgi menyampaikan, musim hujan kembali memicu kenaikan kasus DBD.

Sejak Agustus, tercatat tiga kasus di wilayah kerja Puskesmas Sukosari, meliputi Kelurahan Kanigoro, Klegen, Oro-oro Ombo, Sukosari, dan Kartoharjo.

Dua kasus terkonfirmasi positif, satu negatif.

“Alhamdulillah tidak ada yang fatal karena semua cepat ditangani,” jelasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kartoharjo #SDN 01 Kartoharjo #dbd madiun #jumantik #demam berdarah #fogging #kesehatan madiun #Puskesmas Sukosari #madiun #PSN #jentik nyamuk