Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kawasan Wisata Kota Madiun Makin Terhubung! Jalur PRC–Pandan–Alun-Alun Mulai Digarap 2026

Hengky Ristanto • Sabtu, 29 November 2025 | 19:45 WIB
Revitalisasi pedestrian PSC–Pandan–alun-alun terus berlanjut. DPUPR menarget jalur PRC–Pandan selesai 2026 untuk memperkuat konektivitas wisata Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Revitalisasi pedestrian PSC–Pandan–alun-alun terus berlanjut. DPUPR menarget jalur PRC–Pandan selesai 2026 untuk memperkuat konektivitas wisata Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Proyek konektivitas kawasan wisata pusat kota Madiun terus merangkak.

Setelah koridor PSC–Semeru–Merapi–Pandan ditata, jalur lanjutan dari Pahlawan Religi Center (PRC) menuju Jalan Pandan hingga alun-alun dipastikan mulai digarap pada 2026.

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Agus Tri Sukamto, menyebut jalur pedestrian itu disiapkan agar wisatawan bisa berjalan kaki dengan nyaman tanpa harus bergantung pada kendaraan.

“Konektivitas PRC–Jalan Pandan–alun-alun nanti dilanjutkan bidang PSDA. Trotoarnya disambung supaya pengunjung nyaman,” ujarnya, kemarin.

Selain jalur penghubung, DPUPR juga menyiapkan pembangunan koridor pejalan kaki di sisi sungai.

Koridor ini akan dikombinasikan dengan elemen estetika agar kawasan tetap menarik dan ramah wisatawan.

“Detail teknis dikerjakan lintas bidang supaya cepat. Kalau satu bidang saja, justru lama,” jelas Agus.

Tidak hanya itu, DPUPR kembali melanjutkan pekerjaan penanganan banjir di sekitar Hotel Votel Kartika Abadi.

Outlet drainase yang dibangun tahun ini akan diteruskan dengan pemasangan box culvert dari Jalan Semeru hingga Jalan Merapi pada 2026.

“Ini untuk menyelesaikan genangan di depan Hotel Kartika. Kewenangan teknisnya sudah siap,” terangnya.

Untuk mendukung akses wisata Pahlawan–Merapi–alun-alun, pemkot juga menyiapkan trotoar baru yang terhubung langsung dengan jalur pedestrian eksisting.

Taman yang berada di depan trotoar lama akan dikonversi menjadi area pejalan kaki, menyerupai konsep PSC.

“Lebarnya sekitar 2–3 meter. Modelnya hampir sama dengan PSC,” tambahnya.

Agus menyebut estimasi anggaran yang digelontorkan untuk proyek konektivitas kawasan wisata mencapai hampir Rp 5 miliar.

“Bidang PSDA sekitar Rp 2,5 miliar, Bina Marga sekitar Rp 2 miliar lebih. Totalnya hampir Rp 5 miliar,” ungkapnya.

Ia memastikan seluruh pembangunan berjalan simultan agar konektivitas PSC–PRC–Pandan–alun-alun dapat direalisasikan maksimal pada akhir 2026.

“Targetnya akhir 2026 semua tersambung,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#DPUPR Kota Madiun #revitalisasi pusat kota #Maidi #wisata kota madiun #konektivitas PSC Madiun #trotoar baru Madiun #PRC Madiun #madiun #pedestrian Madiun #Jalan Pandan