Jawa Pos Radar Madiun – Viral insiden tumbler tertinggal di KRL Jabodetabek membuat masyarakat memberi atensi besar pada isu barang bawaan.
Fenomena itu juga menjadi pengingat bagi seluruh pengguna transportasi umum agar lebih teliti saat turun dari kereta.
Merespons perhatian publik tersebut, KAI Daop 7 Madiun kembali menegaskan pentingnya menjaga barang pribadi di stasiun maupun di dalam kereta api.
Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menyebut barang bawaan penumpang sepenuhnya merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna jasa.
“KAI selalu mengingatkan penumpang untuk memeriksa barangnya sebelum meninggalkan stasiun atau turun dari kereta. Jika ada barang tertinggal, bisa melapor ke petugas stasiun atau Lost and Found, atau menghubungi Contact Center 121,” ujarnya, Jumat (28/11).
Menurut Zainul, seluruh petugas announcer di stasiun juga rutin memberikan peringatan kepada penumpang agar tidak meninggalkan barang di kursi, rak bagasi, maupun area publik lain.
Persiapan perjalanan juga menjadi faktor pendukung penting agar risiko lupa barang bisa diminimalkan.
“Bawa barang secukupnya, datang lebih awal, fokus saat naik dan turun KA. Pastikan semua barang sudah dibawa sebelum melangkah keluar,” tambahnya.
KAI memiliki sistem Lost and Found yang terintegrasi.
Barang yang tertinggal langsung didata, diberi label, kemudian dimasukkan ke sistem untuk memudahkan pencarian.
Barang dapat diambil kembali setelah verifikasi sesuai prosedur.
Untuk pelaporan, penumpang bisa mengikuti alur berikut:
1. Laporkan ke Walka atau Konter Lost and Found
Penumpang mengisi formulir dan memberikan detail ciri barang.
Petugas akan menelusuri lokasi terakhir barang tertinggal.
2. Pengambilan Setelah Barang Ditemukan
Pemilik dihubungi petugas untuk mengambil barang di lokasi yang ditentukan.
Formulir kehilangan dan pengembalian menjadi bukti serah terima.
3. Jika Barang Ditemukan Orang Lain
Barang diberi label, diverifikasi, dan diinput ke sistem Lost and Found sehingga mudah dicocokkan dengan laporan penumpang.
Barang temuan memiliki masa simpan berbeda.
Makanan dimusnahkan dalam 1 hari.
Non makanan disimpan 1 minggu di konter, lalu 1 bulan di penyimpanan sebelum disumbangkan/dimusnahkan.
Selain terkait keamanan barang, KAI Daop 7 Madiun mengajak masyarakat membawa tumbler sendiri untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Beberapa stasiun kini telah menyediakan water station, seperti Stasiun Madiun, Jombang, Kediri, dan Blitar.
“Program ini bagian dari komitmen KAI mendukung pembangunan berkelanjutan,” jelas Zainul. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto