Jawa Pos Radar Madiun – Penataan koridor Jalan Yos Sudarso dipastikan mulai dikerjakan 2026.
Program usulan pemkot itu lolos seleksi di pemerintah pusat dan kini masuk tahap pematangan teknis.
Kabid Perencanaan Infrastruktur Bapperida Kota Madiun Mas Kahono Pekik Hari Prasetiyo menyebut penanganan mencakup ruas dari perempatan Nglames hingga PT INKA.
Namun, cakupan pekerjaan berbeda dari rencana awal.
Perubahan nomenklatur kementerian membuat pusat memprioritaskan pengentasan kawasan kumuh ketimbang perbaikan pedestrian.
‘’Yang dikabulkan ini penanganan permukiman kumuh. Fokus dulu RTLH, drainase, sanitasi, persampahan, dan air bersih,’’ jelasnya, kemarin (30/11).
Pekik menyebut kawasan Patihan menjadi titik awal.
Paket pekerjaan meliputi rehabilitasi rumah tak layak huni, sambungan air bersih, pembangunan sumur PDAM, normalisasi saluran, hingga peningkatan sanitasi.
Semua digarap bertahap mengikuti arahan pusat.
Rencana penanganan TPS Sukosari belum masuk daftar persetujuan.
Pemkot mengajukan anggaran sekitar Rp 33 miliar, namun nilai final menunggu pembahasan lanjutan.
‘’Menyesuaikan lokus yang diverifikasi pusat,’’ tuturnya.
Dia menegaskan penataan Yos Sudarso diarahkan menyelesaikan persoalan kawasan kumuh secara menyeluruh.
‘’Targetnya drainase, sanitasi, persampahan, sampai rumah layak huni,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto