Jawa Pos Radar Madiun – Seleksi calon kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkot Madiun bakal lebih ketat.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan pejabat yang dipilih harus profesional dan memahami kebutuhan OPD.
’’Saya cari pilot, bukan sopir truk,’’ tegasnya, kemarin (30/11).
Proses penjaringan dilakukan dengan menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS).
Selain administrasi dan uji kompetensi, peserta wajib memaparkan kesesuaian program OPD dengan indikator Sustainable Development Goals (SDGs).
’’Harus tahu mengampu berapa SDGs, program pendukung, dan targetnya,’’ ujarnya.
Maidi menyebut konsistensi menjalankan 17 indikator SDGs menjadi tolok ukur kesiapan kota untuk bersaing secara nasional hingga global.
Karena itu, kepala OPD harus menguasai arah pembangunan berkelanjutan sekaligus mampu mengeksekusinya.
’’Kalau semua kegiatan sesuai SDGs, kota ini sempurna,’’ tandasnya.
Dia menegaskan posisi kepala OPD menjadi motor percepatan kebijakan.
Pejabat yang terpilih dituntut bergerak cepat agar progres pembangunan tidak tersendat.
Selain itu, pemkot menyiapkan lelang jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) untuk mengisi sejumlah posisi.
’’Bulan depan dibuka,’’ ungkapnya.
Saat ini terdapat enam OPD yang masih dipimpin pelaksana tugas (plt) akibat pejabat sebelumnya purna tugas atau mengundurkan diri.
Yakni BPBD, DLH, Bapperida, Bakesbangpol, Disnaker-KUM, serta Satpol PP dan Damkar. (her)
Editor : Hengky Ristanto