Jawa Pos Radar Madiun - Gerak cepat Pemkot Madiun kembali terlihat setelah banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Sejak Senin (1/12), posko bantuan kemanusiaan dibuka di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) untuk mengumpulkan logistik bagi ribuan warga terdampak bencana.
Kepala Dinsos PPPA Kota Madiun Heri Suwartono mengatakan penggalangan bantuan digelar selama 1–4 Desember dengan dukungan BPBD kota.
Posko difungsikan sebagai pusat penerimaan barang kebutuhan darurat.
“Bantuan sosial ini akan kami salurkan mengikuti jadwal dari BPBD Provinsi Jawa Timur,” ujarnya, Selasa (2/12).
Bantuan yang dihimpun berupa bahan makanan pokok, mi instan, air mineral, obat-obatan, perlengkapan mandi, popok bayi, pembalut, hingga family kit seperti tenda, tikar, selimut, handuk, dan terpal.
Dalam dua hari terakhir, posko telah menerima puluhan dus bantuan dari perangkat daerah, relawan, dan masyarakat umum.
Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto turut menyumbangkan 10 dus air mineral Ngrowo AE.
Disperkim menyumbang 25 zak beras, sementara masyarakat menyuplai berbagai kebutuhan darurat.
Mulai dari deterjen, snack, peralatan masak, dot dan tempat makan bayi, hingga 52 jaket bayi dan puluhan selimut.
Heri menegaskan bahwa posko tidak menerima donasi uang.
“Jika uang, ada rekening resmi di lokasi bencana. Di sini kami prioritaskan bantuan berupa barang agar cepat terdistribusi,” jelasnya.
Karena lokasi bencana jauh, pemkot juga berkoordinasi dengan Lanud Iswahjudi untuk kemungkinan pengiriman menggunakan pesawat Hercules.
Namun, keputusan masih menunggu kepastian lebih lanjut.
Seluruh logistik ditargetkan terkumpul dan dikirim paling lambat 4 Desember.
Salah satu penyumbang, Fenty Novita dari PSM Oro-oro Ombo, membawa bantuan hasil iuran kelompok berupa perlengkapan mandi, sabun cuci, dan satu dus mi instan.
“Semoga bermanfaat untuk saudara-saudara kita di Sumatera,” ucapnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto