Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mahasiswa UNIPMA Sulap Patikan Cina Jadi Biodeterjen, Warga Madiun Antusias Ikut Pelatihan

Karina David • Rabu, 3 Desember 2025 | 17:58 WIB
Mahasiswa Magister Pendidikan IPS UNIPMA berfoto bersama ibu-ibu PKK Perumahan Widodo Kencono 1 usai pelatihan pembuatan sabun biodeterjen.
Mahasiswa Magister Pendidikan IPS UNIPMA berfoto bersama ibu-ibu PKK Perumahan Widodo Kencono 1 usai pelatihan pembuatan sabun biodeterjen.

Jawa Pos Radar Madiun - Upaya pemberdayaan masyarakat kembali dilakukan mahasiswa Pascasarjana Universitas PGRI Madiun (UNIPMA).

Kelompok mahasiswa Program Magister Pendidikan IPS Angkatan 12 Tahun 2024 menggelar pelatihan pembuatan sabun biodeterjen ramah lingkungan di Perumahan Widodo Kencono 1, RT 58 RW 18, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Kegiatan yang menjadi bagian dari mata kuliah Studi Lapangan (Internship) itu menyasar ibu-ibu PKK setempat.

Mereka diajak memanfaatkan tanaman Patikan Cina dan jeruk nipis sebagai bahan utama deterjen cair yang aman bagi lingkungan.

Ketua kelompok mahasiswa, Arie Prasetyowati, menyebut pelatihan ini tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi rumah tangga.

“Kami melihat potensi tanaman Patikan Cina dan jeruk nipis yang melimpah namun belum dimanfaatkan maksimal. Jika diolah dengan benar, bahan ini bisa menjadi sabun pembersih yang ampuh sekaligus minim limbah kimia,” ujar Ellenna Ayu Maywulandari saat memaparkan materi.

Para mahasiswa meliputi Ellenna Ayu Maywulandari, Ervin Kusumawati, Dyah Arif Kusumaningtyas, Arie Prasetyowati, dan Ajeng Tiara SK mendemonstrasikan proses pembuatan biodeterjen sejak tahap persiapan bahan hingga pengemasan.

Peserta pelatihan diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan biodeterjen hingga pengemasan.
Peserta pelatihan diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan biodeterjen hingga pengemasan.

Ekstrak jeruk nipis sebanyak 250 gram dicampur dengan 50 gram Patikan Cina, kemudian diolah bersama aquades, camperland, dan EDTA hingga menghasilkan deterjen cair beraroma segar dan efektif mengangkat kotoran.

Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan.

Para peserta mencoba langsung tahapan pengolahan menggunakan blender, penyaringan, hingga menghasilkan produk jadi.

Praktik tersebut membuat para ibu memahami bahwa proses pembuatan biodeterjen bisa dilakukan di rumah tanpa peralatan khusus.

Baca Juga: Sertifikat Reog Ponorogo sebagai WBTB UNESCO Terbit, Kemenbud Ajak Perkuat Upaya Perlindungan

Ervin Kusumawati berharap pelatihan ini tidak berhenti sebatas praktik kelas. Ia mengajak warga untuk menjadikannya peluang usaha rumahan.

“Harapan kami, ibu-ibu Widodo Kencono 1 bisa mengembangkannya menjadi produk home industry yang menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.

Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari warga. Mereka menilai kegiatan tersebut memberi solusi cerdas dalam mengolah tanaman liar di sekitar rumah menjadi produk bernilai jual dan ramah lingkungan. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#sabun #umkm #tanaman #unipma #deterjen #madiun #pelatihan