Jawa Pos Radar Madiun – PT KAI turun langsung memeriksa kesiapan jalur kereta api (KA) di Daop 7 Madiun jelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Wakil Direktur Utama PT KAI Dody Budiawan bersama jajaran direksi melakukan inspeksi di Stasiun Madiun, Rabu (3/12).
“Kami cek kedua jalur, utara dan selatan, memastikan seluruh pekerjaan selesai dan siap melayani Nataru,” ujar Dody saat mendampingi peninjauan.
Pada periode Nataru tahun ini, KAI menambah 54 perjalanan KA dengan total 3,8 juta kursi.
Sebanyak 1,5 juta tempat duduk mendapat diskon 30 persen mulai 1–20 Desember.
“Kami sarankan pemesanan lebih awal karena minat masyarakat cukup tinggi,” tambahnya.
Selain peningkatan layanan perjalanan, KAI memperkuat mitigasi cuaca ekstrem.
Titik rawan banjir dan longsor menjadi fokus pengawasan agar operasional tidak terganggu.
“Titik rawan kami cek ulang. Semua langkah antisipasi disiapkan,” tegas Dody.
Direktur Pengelola Sarana dan Prasarana PT KAI Heru Kuswanto menyebut seluruh jalur di Daop 7 telah melalui proses mitigasi risiko.
Analisis hazard dan penetapan daerah pantauan khusus (Dapsus) dilakukan untuk memetakan wilayah rawan.
“Selain pemetaan, penjagaan ditambah 24 jam. Jika hujan deras, petugas langsung turun memeriksa jalur,” ujarnya.
Untuk Nataru, KAI mengerahkan 1.198 petugas ekstra.
Mereka disiagakan di perlintasan tambahan, titik Dapsus, hingga Pemeriksaan Jalan (PPJ) selama satu bulan penuh.
Pengawasan di Daop 7 dipusatkan pada dua titik rawan, mulai Walikukun hingga Mojokerto.
“Kelancaran dan keselamatan perjalanan KA jadi prioritas. Kami pastikan seluruh sistem terkontrol, termasuk pantauan perlintasan sebidang,” pungkas Heru. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto