Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan HUT ke-54 Korpri di Balai Kota Madiun, Senin (3/12), diwarnai pesan tegas dari Wali Kota Maidi.
Ia mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk bijak mengelola keuangan agar gaji tidak habis hanya untuk membayar cicilan.
Maidi menyoroti fenomena ASN yang penghasilannya habis untuk utang konsumtif sehingga mengganggu prioritas keluarga.
“Jangan sampai gaji habis untuk bayar utang. Sekolah anak itu sudah 50 persen, belum beli rumah dan kebutuhan lain. Jangan dipakai untuk hal yang tidak baik,” tegasnya.
Selain soal finansial, Maidi juga menekankan pentingnya kerja tim dalam birokrasi.
Ia menyebut Korpri tidak dinilai dari jam datang-pulang, tetapi dari hasil kerja nyata.
“Tidak bisa ASN datang pukul 08.00 lalu pulang pukul 16.00 selesai. Korpri di Kota Madiun dilihat dari hasil kerja,” jelasnya.
Peringatan Korpri tahun ini tampil berbeda. Panggung dihias buah dan sayuran segar dari program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Maidi menolak dekorasi bunga karena dianggap tidak mendukung ketahanan pangan dan menambah biaya.
Setelah upacara, peserta dipersilakan membawa pulang buah dan sayur tersebut.
“Dekor buah dan sayur bisa langsung dimanfaatkan, mengurangi biaya belanja sekaligus mendukung P2L. Ini pola ekonomi maju,” katanya.
Ke depan, Maidi menyebut pembinaan ASN akan diperkuat melalui sistem pemantauan kinerja berbasis teknologi informasi.
Target kerja akan dipetakan dan dipantau secara online untuk meningkatkan akuntabilitas.
“ASN melayani, bukan dilayani. Termasuk masalah keluarga, ASN tidak boleh cerai terus. Harus ada perbaikan,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto