Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun resmi mengirim lima truk bantuan sosial untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, Kamis (4/12).
Bantuan diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Maidi sekaligus menandai penutupan posko pengumpulan bantuan yang telah dibuka sejak awal pekan.
Maidi menegaskan bahwa pengiriman dilakukan secepat mungkin agar kebutuhan dasar warga terdampak segera terpenuhi.
Bantuan berasal dari ASN, masyarakat, komunitas, serta donasi melalui Baznas dan PMI.
“Hari ini kami berangkatkan. Posko ditutup pukul 12.00,” ujarnya.
Kepala Dinsos PPPA Kota Madiun, Heri Suwartono, menyampaikan bahwa pengiriman dibagi menjadi dua kloter.
Dua truk diberangkatkan lebih dulu, disusul tiga truk berikutnya.
Hingga malam sebelum keberangkatan, bantuan dari warga terus berdatangan.
“Antusias masyarakat sangat tinggi,” tuturnya.
Untuk memfasilitasi warga yang ingin terus berdonasi setelah posko ditutup, dinsos bekerja sama dengan PT Pos dan JNE.
Bantuan tambahan akan tetap disalurkan melalui jalur resmi provinsi.
Kecamatan Taman tercatat sebagai penyumbang terbesar.
Setiap kelurahan menghimpun bantuan dan berhasil mengirim satu truk penuh ke posko dinsos.
“Dalam dua hari, satu truk bantuan terkumpul. Lurah dan warga bergerak cepat,” ujar Camat Taman M. Yusuf Asmadi yang juga menjabat Plt Kalaksa BPBD Kota Madiun.
Pengiriman bantuan menuju Surabaya dikoordinasikan dengan Tagana dan BPBD.
Armada pendukung disediakan Satpol PP, DPUPR, dan disperkim.
Pemkot membuka kemungkinan pengiriman tambahan apabila provinsi memperpanjang masa penerimaan bantuan.
“Harapannya saudara kita yang terdampak segera pulih dan kebutuhan hidup mereka terpenuhi,” kata Yusuf. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto